Senin, 18 Februari 2019
13 Jumada al-akhirah 1440 H
FOTO | Dok. hijrah coach
Pemerintah kini tengah fokus menggarap peta jalan (roadmap) industri halal dan di saat bersamaan pengembangan kawasan industri halal sedang dipersiapkan.

Sharianews.com, Jakarta. Gaya hidup halal tengah menjadi tren belakangan ini. Permintaan terhadap produk halal semakin tinggi. Pemerintah kini tengah fokus menggarap peta jalan (roadmap) industri halal dan di saat bersamaan pengembangan kawasan industri halal sedang dipersiapkan.  

Menanggapi perkembangan tren industri halal tersebut, Intan Erlita, Presenter TV, Firm Owner Coach, dan Hijrah Coach mengatakan memang sudah lima tahun belakangan ini industri halal mulai naik daun. Muncul kemudian, istilah-istilah kuliner halal, hotel halal, dan segala macam hal dengan label halal. 

“Masyarakat semakin sadar bahwa label halal saat ini adalah jaminan, kalau itu akan menjadi laris, karena memang potensi pasar sedang bergerak ke arah sana,” jelas Intan, di Jakarta, Sabtu (17/11/2018).

Menurutnya, hal ini suatu pergerakan yang bagus, karena penduduk mayoritas Indonesia muslim. Hal yang menggembiarakan ujar Intan, fesyen Indonesia kini tengah menjadi tren di ASEAN dan bahkan ada beberapa merek luar negeri yang sudah mengadaptasi poduk fesyen model abaya.

Di sektor kuliner, masyarakat semakin juga sadar untuk memilih produkyang berlabel halal. Ini merupakan peluang pasar yang bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha muslim di Indonesia, sehingga pengusaha muslim Indonesia mesti ikut menjadi pemain, memanfaatkan potensi dan peluang yang sedang tumbuh, agar tidak hanya menjadi pasar, apalagi mengingat mayoritas penduduk Indonesia muslim.

“Anginnya memang tengah mengarah ke industri halal. Jika dulu orang mencari busana muslim masih terbatas, saat ini model apa saja ada, dan bisa dicari di mana saja,”ujar Intan.

Meski begitu, untuk menjadi pemain, menurut perempuan yang dikenal juga sebagai psikolog ini, para pengusaha tersebut harus memiliki produk-produk yang berkualitas.

Karenanya, bagi mereka yang tertarik terjun ke dalam dunia bisnis, atau saat  memutuskan berbisnis, "mesti sadar bahwa keputusan yang diambil tersebut bukan main-main, tidak ada isitilahnya bisnis kecil-kecilan atau coba-coba dulu,"katanya.

Sebab menurutnya, untuk membangun bisnis memang harus serius dan terus belajar dari mereka yang sudah sukses bagaimana caranya membuat suatu sistem. "Sebab duplikasi sistem itu perlu untuk pengembangan ke depannya, sejauh mana bisnis bisa dibangun,”pungkasnya. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil