Jumat, 14 Desember 2018
06 Rabi‘ at-akhir 1440 H
FOTO | Dok.www.emirates247.com
Meskipun masalah geopolitik dan ekonomi  di pasar keuangan berprospek lemah, seiring volutalitas harga minyak dunia, namun keuangan syariah memiliki prospek tersendiri.

Outlook keuangan Islam. Sektor keuangan Islam diharapkan terus berkembang di 2018. Meskipun masalah geopolitik dan ekonomi  di pasar keuangan berprospek lemah, seiring volutalitas harga minyak dunia, namun keuangan syariah memiliki prospek tersendiri. Ada beberapa tren pendorong yang bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan lebih lanjut di sektor industri.

Keunggulan keuangan yang bertanggung jawab, dampak berinvestasi, dan tujuan berkelanjutan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam pembangunan di beberapa tahun terakhir telah mengarah pada kesadaran yang lebih besar pada pengembangan keuangan Islam sebagai sarana untuk menciptakan  sistem pembiayaan yang lebih adil dan berdampak positif pada masyarakat.

Ini bisa membuka jalan yang lebih lebar bagi kolaborasi antar organisasi dalam mengembangkan produk keuangan yang sesuai syariah yang menarik bagi  konsumen Muslim dan non-Muslim.

Di sisi lain, adanya peran Akuntansi dan Auditing Organization for Islamic Financial (AAOIFI) juga sangat penting, sebagai instrumen untuk menstandarisasi sistem akuntansi dalam industri keuangan Islam. Kami didorong untuk menerapkan Akuntansi Standar FAS 30 terkait dengan sistem akutansi untuk penurunan nilai aset dan kerugian kredit.

Langkah menuju standardisasi - apakah dalam praktik akuntansi, dokumentasi, atau bahkan interpretasi hukum syariah - akan menjadi acuan dan landasan untuk berkolaborasi secara lebih sesuai dengan sistem syariah dalam  iklim pertumbuhan industri keuangan syariah.

Studi kasus BIBD

Sebagai pelopor berlisensi syariah terkemuka bank di Brunei, Bank Islam Brunei Darussalam (BIBD) idealnya diposisikan untuk merebut peluang yang disajikan oleh meningkatnya permintaan produk yang sesuai syariah dari  pemerintah Brunei, perusahaan yang terkait dengan pemerintah (GLCs) dan UKM, terutama yang memiliki pendekatan kuat terhadap tata kelola perbankan Islam.

Kami lihat di sini potensi untuk mempromosikan pengembangan, dorongan berbagi kemakmuran, dan membuat kontribusi bermakna terhadap ekonomi, dan masyarakat secara menyeluruh.

Pada saat yang sama, kami berkomitmen untuk tetap konstan berinovasi untuk mendorong pengembangan organisasi kami dan posisi BIBD  untuk pertumbuhan di masa depan. Saat ini kita masih memimpin pasar keuangan syariah di Brunei, terutama dalam upaya memperkenalkan solusi inovatif untuk pelanggan kami, dengan berbagai macam dan variasi produk aplikasi perbankan berbasis seluler, pembayaran melalui kode respon cepat (QR), biometric ATM, penarikan tanpa kartu, kartu virtual, dan e-voucher.

Kesimpulan

Institusionalisasi keuangan Islam adalah sebuah tren menggembirakan. Perkembangan industri keuangan Islam dengan sistem kontrol yang ketat – penuh kehati-hatian dan sistem keamanan yang terjamin, akan membuka jalan bagi  industri keuangan Islam untuk terus berkembang dan lebih matang.

Pada saat yang sama, industri perlu beradaptasi agar dapat menangkap peluang baru. Setelah semua, dedikasi progresif terhadap integrasi prinsip-prinsip Islam berdasarkan kebutuhan pelanggan secara global dapat terpenuhi, maka apa yang diimpikan dari industri keuangan Islam untuk berdiri di posisi yang terhormat, niscaya bisa terwujud suatu hari nanti.(*)

 

 

Oleh : Mubashar Khokhar, Direktur Utama Bank Islam Brunei Darussalam

Mubashar Khokhar