Selasa, 22 Januari 2019
16 Jumada al-ula 1440 H
FOTO | Dok. www.emirates247.com
Pertumbuhan keuangan Islam di dunia antara lain dapat dilihat dari meningkatnya permintaan terhadap keuangan Islam di negara-negara non-Muslim.

Pertumbuhan keuangan Islam di dunia antara lain dapat dilihat dari meningkatnya permintaan terhadap keuangan Islam di negara-negara non-Muslim.

Sharianews.com, Jakarta. Industri keuangan Islam global telah berkembang pesat selama dua dekade terakhir, mencapai total aset USD 2,2 triliun per akhir Desember 2016 - meningkat 7 persen dibandingkan tahun 2015. Sesuai dengan pertumbuhan ini, produk keuangan dan layanan yang sesuai syariah telah meningkatkan jangkauannya hingga lebih dari 50 Negara-negara Muslim dan non-Muslim.

Bahkan lembaga  keuangan di Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan China yang bergerak di bidang perbankan konvensional mulai menunjukkan minat dalam mengembangkan pasar perbankan syariah. Ini menjadi peluang baru bagi pengembangan lembaga-lembaga keuangan Islam.

Tata kelola yang lebih kuat dan kerangka peraturan

Dengan begitu, sistem keuangan Islam dan ekosistem atau lingkungan bisnis sesuai syariah, dapat dikatakan terus bergerak untuk mengembangkan dan membangun momentum. Dari sini terlihat sudah ada pergeseran positif menuju pelembagaan tata kelola dan regulasi yang baik sebagai pemain kunci dalam sektor ini. Di satu sini, ini menujukkan adanya kematangan pasar yang semakin meningkat.

Di Brunei, Dewan Pengawas Keuangan Syariah Nasional, berdiri 2006. Bertujuan untuk meningkatkan  peran pemerintahan dalam pengawasan produk-produk Islam, sehingga lebih merangsang pertumbuhan di sektor industri berbasis syariah.

Di negara-negara mayoritas Muslim, pemerintah juga telah memberlakukan hukum seperti Keuangan Islam Services Act 2013 di Malaysia. Di Indonesia ada UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, sebagai landasan hukum dan kerangka kerja pengaturan dan operasional bisnis dan perbankan yang sesuai dengan syariah.

Progres lain yang mulai terlihat adalah meningkatnya permintaan terhadap keuangan Islam di negara-negara non-Muslim, yang didorong oleh individu dan perusahaan yang mencari perbankan yang aman dan beretika solusi.

Popularitas yang lebih luas ini terbukti dalam kebijakan Otoritas Jasa Keuangan Inggris yang lebih berkeadilan, yang sejalan dengan pedoman yang ditetapkan oleh Dewan Jasa Keuangan Islam.

Baru-baru ini pengembangan SRI (socially responsible investing) dan green sukuk, keduanya mampu  mendapatkan popularitas di kalangan Investor Muslim dan non-Muslim. Ini merupakan sinyal bagus bagi perkembangan industi keuangan syariah secara global.

Pendekatan progresif dan inklusif

Meskipun keuangan Islam diinformasikan dan dipandu oleh prinsip-prinsip agama, itu tidak berarti bahwa hal itu semata harus dilihat sebagai alat bagi umat Islam untuk memiliki dan mengembangkan perbankan  yang sama sekali terpisah dari sistem yang ada.

Dengan begitu, keberhasilan dan semakin populernya Keuangan Islam dapat dikaitkan dengan pertemuan atau kesesuainnya dengan prinsip perbankan yang etis dan bertanggung jawab, sesuai prinsip dan nilai-nilai adanya transparansi dan menghindari kelebihan ketidakpastian, dan paparan risiko.

Ini adalah karakteristik yang tidak hanya konsisten dengan Hukum Islam, tetapi adalah dasar-dasar akal sehat prinsip perbankan.

Dengan begitu, masih ada potensi besar untuk pertumbuhan lebih lanjut dari sistem keuangan islami, melalui pengembangan yang lebih luas terhadap ekosistem penawaran bagi klien dan pelanggan.

Hal ini dapat dilihat dari perekembangan, misalnya selain sukuk, dapat dilihat dari perkembangan Takaful – atau Asuransi yang sesuai syariah – yang semakin popular juga.

Pasar asuransi takaful global mengalami 13 - 14 persen pertumbuhan tahunan di tahun 2012 hingga 2015. Terlebih lagi, munculnya fintech (teknologi keuangan), yang meskipun dianggap sebagai pengganggu industri, ini jelas merupakan “hadiah” merupakan potensi besar lainnya untuk bisa menjalin kemitraan yang  inovatif dalam memacu perkembangan di berbagai bidang teknologi pengelolaan aset keuangan syariah, seperti  Platform takaful P2P - platform pinjaman yang menyediakan produk pembiayaan berdasarkan prinsip etika dan syariah, platform pengiriman uang online sesuai dengan konsep Bay al-Sarf, dan yang lainnya. (Bersambung)

 

 

Oleh : Mubashar Khokhar, Direktur Utama Bank Islam Brunei Darussalam

Mubashar Khokhar