Sabtu, 19 Januari 2019
13 Jumada al-ula 1440 H
FOTO | dok.romy.sharianews.com
Bagaimana pun fintech syariah bisa menjadi penguat industri keuangan dan perbankan syariah.

Sharianews.com, Jakarta ~ Prospek perkembangan finansial tehnologi (fintech) berbasis syariah di Indonesia cukup cerah. Tahun 2018 ini, posisi Indonesia naik satu peringkat menempati urutan ke 6 dari kelompok negara-negara dengan aset terbesar di sektor keuangan syariah. Hal ini sedikit memberikan angin segar bagi pertumbuhan dan prospek perkembangan fintech syariah ke depan.

Hal tersebut disampaikan oleh Vice President Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), Jamil Abbas. Lebih lanjut ia mengatakan, masa depan fintech syariah di Indonesia ke depannya cukup cerah. 

"Masa depan fintech syariah akan cerah banget, selain akan melengkapi bank syariah, juga bisa digunakan untuk mengoptimalkan penghimpunan dan pengelolaan zakat, infaq, sadaqah, dan wakaf (Ziswaf),"katanya. 

Karena itu, pihaknya optimis bahwa finansial teknologi syariah selain dapat menumbuhkan kultur investasi dan enterprenership juga dapat memberikan kemudahan dalam transaksi di dunia keuangan dan perbankan.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tempat terpisah memaparkan beberapa kekuatan dan kelemahan inovasi dari finansial tehnologi (fintech) berbasis syariah.

OJK menilai, kehadiran fintech tidak bisa dihindarkan. Fintech syariah memiliki banyak kelebihan, terutama dalam mempermudah akses ke semua aspek nilai syariah yang bisa dibangun, tetapi juga masih ada kelemahannya.  

"Analisa kami juga menggunakan sistem SWOT, dengan kekuatan fintech syariah seperti konsep dan nilai syariah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"ujar Widyo Gunadi, Advisor Grup Inovasi Keuangan Digital OJK di Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Ada banyak aspek yang menjadi objek penilaian, muliputi kapabilitas sumber daya manusianya serta bagaimana pengembangan teknologinya. Kedua aspek tersebut tak luput dari potensi-potensi besar yang masih bisa dikembangkan juga sebaliknya.  

Meski begitu pihaknya optimis dan bersyukur, pasalnya dari aspek regulasi, fintech atau dunia peer to peer landing finansial teknologi di Indonesia sudah diatur dalam peraturan otoritas jasa keuangan (POJK) 77/2016.

Karena kehadiran fintech syariah juga tidak bisa dihindarkan, maka kini tinggal bagaimana dunia perbankan syariah bisa memanfaatkan dalam aspek inovasi produk dan layanannya, alih-alih menjadikannya sebagai pesaing. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Ahmad Kholil