Jumat, 14 Desember 2018
06 Rabi‘ at-akhir 1440 H
FOTO | Dok. www.khaleejtimes.com
Pertumbuhan populasi dan peningkatan daya beli mendorong permintaan untuk produk dan layanan berbasisi syariah. *

Sharianews.com, Jakarta. Dinamika ekonomi Islam global berubah dengan cepat layaknya ‘teknologi pengganggu - as disruptive technologies, yang kehadirannya tidak diharapkan, namun terus menggerus pasar di arus utama ekonomi dunia, seperti halnya blockchain, fintech, dan kecerdasan buatan. Hal ini semakin menegasikan posisi industri halal dalam menciptakan peluang bisnis baru di banyak sektor.

Pada saat yang sama, kesadaran tentang standar halal dan sertifikasi halal terus berkembang, karena semakin banyak perusahaan yang menargetkan konsumen muslim di berbagai belahan dunia.

Beberapa faktor penting diperkirakan akan menambah momentum di balik ekonomi Islam global dan meningkatkan nilainya dari USD 2,1 triliun pada 2017 menjadi USD 3 triliun pada 2023, menurut Laporan Ekonomi Global Islam terbaru dari Thomson Reuters.

Populasi Muslim dunia diproyeksikan meningkat sebesar 35 persen hingga mencapai 2,2 miliar pada 2030 - tingkat pertumbuhan yang dua kali lebih cepat dari rata-rata global. Kelompok konsumen yang sangat muda dan beragam ini semakin menuntut produk dan layanan yang memanfaatkan teknologi dan solusi cerdas inovatif.

Tren ini menciptakan banyak peluang pertumbuhan untuk bisnis dan startup di seluruh dunia. Ruang lingkup produk dan layanan yang mematuhi syariah telah diperluas dan diperluas dalam beberapa tahun terakhir.

Perusahaan yang beroperasi dalam sektor ekonomi Islam mendapatkan perhatian lebih karena konsep halal yang baru diperkenalkan ke pasar. Saat ini juga semakin banyak startup yang menciptakan solusi baru yang mendiversifikasi ekonomi halal.

Meski begitu, keuangan Islam tetap menjadi penyumbang terbesar bagi ekonomi Islam global, sementara makanan halal dan pasar pariwisata halal mengalami pertumbuhan yang kuat, didorong oleh kelas menengah yang sedang tumbuh dan peningkatan daya beli di banyak negara mayoritas Muslim.

Sebagai forum terbesar dan terlengkap di dunia yang didedikasikan untuk semua aspek ekonomi Islam, Global Islamic Economy Summit (GIES) di Dubai telah menjadi platform penting bagi para pemimpin industri dan pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, berbagi pengetahuan, dan menjelajahi area peluang baru yang muncul dalam industri halal.

Dengan peserta berkaliber tinggi yang mencakup kepala negara, menteri, pembuat kebijakan, dan CEO terkemuka, GIES 2018 menangani berbagai masalah penting dan tren yang berdampak besar pada sektor ini.

Kita semua memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa kita mengeksplorasi setiap aspek ekonomi Islam sepenuhnya untuk memfasilitasi pertumbuhan jangka panjangnya.

Di bawah tema "A Shared Future", peserta di GIES bergabung dalam percakapan global tentang isu-isu penting yang berdampak pada berbagai pemain industri seperti wirausaha dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, keuangan yang bertanggung jawab, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk Revolusi Industri Keempat, dengan tujuan merumuskan kerangka kerja yang dapat menjamin pertumbuhan dan daya saing ekonomi Islam yang berkelanjutan. (*)

 

 

Oleh: Majid Saif Al Ghurair | Ketua Kamar Dagang dan Industri Dubai, Anggota Dewan Pusat Pengembangan Ekonomi Islam Dubai.

Majid Saif Al Ghurair