Minggu, 17 Februari 2019
12 Jumada al-akhirah 1440 H
FOTO | Dok.hadithoftheday.com
Setelah sukses di New York AS dan UK, Wahid Invest tengah bersiap untuk melabarkan sayapnya, masuk ke pasar startup syariah di pasar ASEAN.

Sharianews.com, Jakarta. Industri syariah beberapa tahun belakangan mulai menggeliat, perusahaan startup syariah juga mulai bermunculan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Bahkan ada fintech ekonomi syariah, yang sudah menjadi unicorn berkalas global.

Wahed Invest, perusahaan startup ekonomi Islam berbasis di New York Amerika Serikat (AS), dengan basis nilai investasi sebesar USD 100 juta di kuartal keduanya akan kembali menyuntikkan investasi tambahan USD 8 juta guna mempercepat ekspansi internasionalnya.

Perusahaan yang bermarkas di New York AS, ini menerima suntikan dana dari investor seperti Boston Based Cue Ball, dan BECO Capital, dan Venture Capital Timur Tengah yang dikenal sebagai GCC terkemuka untuk startups, dan diketahui telah menghabiskan total dana investasi hingga lebih dari USD 15 juta.

Founder Wahed Invest, Junaid Wahedna, mengatakan sebagai startup berbasis syariah, Wahed Invest, telah melakukan revolusi industri bersama penasihat investasi halal digitalnya, sehingga memungkinkan penabung dapat mendiversifikasi investasi dalam portofolio global seperti Sukuk dan emas di level USD 100.

“Pasca  traction – evaluasi terhadap keberhasilan startup dalam menjalankan model bisnisnya – kami di AS dan Inggris secara aktif mulai memperluas produk ke suluruhh dunia,”jelas Junaid Wahedna.

Wahed bercita-cita terus memimpin inovasi di sektor keuangan Syariah yang diprediksi akan terus tumbuh dengan menyediakan fasilitas pinjaman pembiayaan berbasis tabungan untuk menjangkau 1,5 milyar kaum muslim di seluruh dunia.

“Kami sangat tertarik pada visi dan strategi investasi secara global dan melihat ke depan untuk mendukung investasi. Kami berharap Wahed dapat menjadi pelopor industri syariah melalui teknologi,"kata Amir Farha, Founder dan Managing Partner BECO Capital.

Mengisi kekosongan sektor ritel

Lebih lanjut Amir Farha mengatakan, jika di tempat lain ada Bank Islam yang hanya fokus menawarkan produk investasi pada kelembagaan klien dan mengabaikan sektor ritel. Wahed Invest mengklaim akan mengisi kekosongan tersebut dengan menyediakan pembiayaan untuk semua sektor UMKM, dengan menyediakan layanan berbasis syariah.

Ada lebih dari 1,5 milyar penduduk muslim di dunia dengan sebagian besar memasuki kelas menengah yang membutuhkan produk investasis perbankan. Karenanya, setelah sukses diluncurkan di AS, Wahed investasi membuka cabang di UK bulan Agustus lalu dan ternyata ada lebih dari 1.000 pengguna yang terdaftar di bulan pertama.

“Ini dua kali lebih cepat dari saat peluncuran di Amerika Serikat,"kata Jad Kobeissi, Kepala Bagian Pemasaran Wahed Invest, seraya menjelaskan bahwa tahap berikutnya pihaaknya memperluas jangkauan pasar produk Wahed Invest di pasar ASEAN. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Ahmad Kholil