Jumat, 14 Desember 2018
06 Rabi‘ at-akhir 1440 H
FOTO I Dok. Sharianews.
Milenial memang mendatangkan distruction, tapi bukan bersifat merusak.

Sharianews.com, Jakarta Istilah generasi langgas alias generasi milenial, seringkali dicap sebagai generasi yang serba instan. Namun, hal itu tidak bisa disalahkan karena adanya perkembangan teknologi. Meskipun menyukai sesuatu yang bersifat instan, generasi milenial juga banyak yang telah menciptakan kreativitas.

Salah satu kreativitas yang diciptakan oleh milenial adalah aplikasi Go Food yang merupakan fitur dari Go-Jek. Aplikasi ini dibuat oleh milenial yang terinspirasi dari kesukaan mereka terhadap hal-hal yang berbau instan.

Fitur Go Food menawarkan layanan antar jemput maupun pesan makanan daring tanpa perlu keluar rumah. Selain Go Food juga ada aplikasi AirBnB yang menawarkan layanan bagi mereka yang ingin menyewa dan menyewakan kamar pribadi, apartemen maupun rumah pribadinya untuk konsumen yang membutuhkan

Menurut Endang Rosawati, General Manager Card Business Division BNI Syariah, “Milenial memang mendatangkan disruption, tapi bukan merusak. Beda ya hal tersebut. Kreativitas milenial menggabungkan kebutuhan-kebutuhan  menjadi suatu aktivitas atau aktivitas yang melayani beberapa kebutuhan,” ungkapnya kepada Sharianews hari Jum’at (30/11).

Peluang tersebut memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan ekosistem syariah dan mengarahkannya kepada suatu hal yang baik dan halal.

Peran milenial dalam membangun sektor tersebut perlu diperhitungkan. Salah satu hal yang memungkinkan adalah melalui ekosistem halal. Mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim dan membutuhkan fasilitas yang serba halal. Sebab dalam ekosistem halal tersebut tidak hanya soal nilai ekonomis, tetapi juga mendatangkan maslahah atau kebaikan.

Ekosistem halal sendiri menurut Endang, berpatokan pada makna tunggal ekosistem yang merupakan suatu lingkungan yang terdiri dari populasi dan fungsi-fungsi yang saling berhubungan satu sama lain. Maka ekosistem halal dapat diartikan sebagai suatu lingkungan yang pada fungsi penerapan segala aspeknya berdasarkan sistem yang sesuai dengan aturan agama islam atau biasa disebut sistem syariah.

“Saat ini, kita ingin membangun ekosistem yang halal. Kita melihat dan meyakini kalau halal membawa keberkahan nggak cuma untuk kita tatapi juga untuk generasi yang akan datang. Ekosistem yang berkah, madani dan mendatangkan kemaslahatan”. Paparnya usai acara Jakarta Halal Things yang bertempat di The Hall Senayan City.

Endang mengatakan generasi milenial diharapkan turut berkiprah dalam mengembangkan ekosistem halal, khususnya di Indonesia. Sebab, mengembangkan ekosistem halal merupakan salah satu upaya menjalankan perintah agama. Islam menuntun pemeluknya agar memilih segala sesuatu yang halal dan sesuai syariah.

Tujuan diterapkannya ekosistem halal ini, tidak lain dalam rangka mencapai maqashid syariah atau tujuan-tujuan syariat islam. Antara lain menjaga jiwa, akal, keturunan, harta dan yang terpenting adalah menjaga agama.

“Misalnya, ketika traveling, makan, bertransaksi tidak terlepas dari wujud merealisasikan maqashid syariah,” demikian seperti yang diungkapkan Endang

Bagi milenial sendiri disamping dituntut memiliki kreativitas, juga harus dapat memilah mana yang diperbolehkan (halal) dan mana yang tidak. Endang berpendapat ketika generasi muda didekatkan dengan Al-Qur’an, membaca dan mempelajarinya maka secara otomatis mereka akan mampu membedakan.

“Bersyukur hari ini banyak anak muda banyak yang mau mempelajari Al Quran. Ketika membaca itu, otomatis udah masuk dalam pola pikirnya. Yang jelas ketika sudah memahami Qur’an , dapat mengarahkan mereka untuk menciptakan platform-platform yang bertujuan mencapai maqashid syariah,” ujar Endang menutup pembicaraan. (*)

Reporter: Fathia Editor: Achi Hartoyo