Jumat, 14 Desember 2018
06 Rabi‘ at-akhir 1440 H
FOTO | dok.romy.sharianews.com
Dengan struktur demografi yang menguntungkan, Indonesia membutuhkan infrastruktur kesehatan dan pendidikan yang berkualitas serta infrastruktur sosial lainnya untuk mempercepat manfaat bonus demografi yang dimiliki.

Sharianews.com, Jakarta. Secara demografi, Indonesia memiliki nilai tambah dan sangat menguntungkan, karena 49,2 persen dari total penduduk berada pada usia produktif, atau tentang usaia 15-64 tahun. Hal tersebut ternyata menjadi nilai positif bagi Islamic Development  Bank (IsDB), sehingga tertarik ikut menggarap proyek  infrastruktur publik di sektor sosial yang berkualitas.

"Dengan struktur demografi yang menguntungkan ini, Indonesia akan membutuhkan infrastruktur kesehatan dan pendidikan yang berkualitas serta infrastruktur sosial lainnya untuk mendorong dan mempercepat manfaat bonus demografi ini, agar bermanfaat untuk pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan,"ujar Ibrahim Shouky, Pimpinan Regional Indonesia IsDB, di Jakarta, Selasa (4/11/2018).

Ditambahkan olehnya, hal tersebut dapat mendorong dan mendukung lembaga pemerintah pusat dan provinsi untuk mengadopsi Public Private Partnership (PPP) atau kemitraan  antara pemerintah dan swasta dalam pembangunan infrastruktur sosial. "Menurut kami, potensi ini akan mendorong sekaligus menarik kebutuhan finansial dan keahlian dari sektor swasta untuk menggarap proyek-proyek sosial di Indonesia,"kata Ibrahim.

Sementara di tempat yang sama, Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia (Bappenas), Bambang Brojonegoro juga sangat mendukung ketertarikan IsDB ikut terlibat dalam  pengerjaan proyek infrastruktur di sector sosial, karena hal tersebut dapat mendatangkan investor lain.

Lebih lanjut, dijelaskan para investor biasanya baru akan tertarik menggarap proyek-proyek sosiak, mana kala internal rate of return (IRR)  di masa mendatan dinilai menguntungkan. "Biasanya mereka mencari proyek-poryk dengan IRR berada dikisaran angka 11-13 persen. Jadi tinggal bikin skema saja, sehingga IRR tersebut bisa terpenuhi,"ujar Bambang Brodjonegoro kepada awak  media.

Selanjutnya, ketika ditanya besaran target dari proyek di sektor sosial tersbut, Bambang menjelaskan bahwa saat ini pihaknya menampung kerjasama sebanyak mungkin untuk proyek-proyek yang bisa dibiayai dengan skema kerjasama pemerintah degan swasta.

"Jadi prinsipnya kita menampung sebanyak mungkin proyek yang dibiayai oleh Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Jadi yang tidak tercover dengan budget APBN atau loan, yah kalau bisa dengan skema KPBU ini,"sambungya.

Seperti diketahui, IsDB memiliki kurang lebih 15 kantor representatif di beberapa negara anggota. Kehadiarannya, mengembang misi  antara lain membekali masyarakat agar untuk mendorong kemajuan sosial ekonomi mereka secara signifikan serta membangun infrastruktur yang memadai.

Untuk diketahui, setidaknya ada  lima proyek sektor sosial senilai 306,1 juta dolar AS dengan skema KPBU yang akan terealisasi pada 2019. Di antaranya, di sektor kesehatan, yaitu pertama pembangunan gedung Dharmais Tower C dengan biaya proyek senilai 171,1 juta dolar AS dengan status final business case phase dengan kesempatan bidding (penawaran).

Kedua, RS Pringadi Medan dengan biaya proyek senilai 57,5 juta dolar AS dengan status final business case phase dengan kesempatan bidding (penawaran), serta ketiga, RSUD Sidoarjo dengan biaya proyek senilai 24,4 juta dolar AS dengan status pre qualification phase dengan kesempatan bidding (penawaran) (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Ahmad Kholil