Selasa, 22 Januari 2019
16 Jumada al-ula 1440 H
FOTO I Dok. telegraf.co.id
"Misalnya kita menerbitkan 1 triliun, 200 miliarnya itu sukuk, kenapa? Karena kapasitas syariah segitu, namun kalau bisa lebih tinggi dengan senang hati," ujar Teguh.

Sharianews.com, Jakarta. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memiliki akses yang cukup luas untuk memperoleh sumber pendanaan untuk kebutuhan investasinya. Termasuk dengan perbankan syariah. Karenanya, sumber pendanaan syariah pun menjadi salah satu target potensial pendanaan ketenagalistrikan.

"Kita sangat welcome, karena saya juga baru tahu BPD syariah juga ada yang gede, seperti BPD Jateng dan BPD Jakarta," ujar VP Corporate Finance PLN, Teguh Widhi Harsono di sela-sela acara Seminar Ekonomi Islam Perbanas Institute Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Ia menambahkan jika ide pembiayaan dengan menggunakan keuangan syariah baru bisa PLN ikuti di tahun ini. Itu mengapa, belum lama ini PLN memiliki program sangat kompetitif di sektor keuangan syariah, yang disebut dengan money market facility.

"Yaitu, skema kredit jangka pendek, maksimum 1 tahun dengan cost yang sangat kompetitif ke PLN, dan itu sifatnya revolving. Misalnya Rp 1 triliun kita pinjam, kita punya uang kita kembalikan,"ujar Teguh. 

Skema akad kerjasamanya menggunakan skema syariah dengan risiko jangka pendek. "Skema syariahnya menggunakan akad musyarakah, maksudnya begini, jika saya punya aset, bisnis saya butuh 100 miliar, dengan modal 30:70. Nah kemudian 70 nya saya pinjam, nanti nisbah bagi hasilnya sesuai cashflow-nya, 70 untuk kreditur dan 30 untuk PLN," ujar Teguh.

Sedangkan untuk penerbitan sukuk, Teguh yang sebelumnya menjabat sebagai Sr. Manager Fund Raising PLN menuturkan investasi minimal 20 persen dari total penerbitan. "Misalnya kita menerbitkan 1 triliun, 200 miliarnya itu sukuk, kenapa? Karena kapasitas syariah segitu, namun kalau bisa lebih tinggi dengan senang hati," ujar Teguh.

Seperti diketahui, PLN sebagai penerbit sukuk korporasi terbesar di Indonesia, pada tahun 2017 berhasil menciptakan tenor sukuk baru yaitu 15 tahun, kemudian di tahun 2018 ini, PLN berhasil menciptakan sukuk korporasi baru yaitu 20 tahun. Selain itu PLN juga telah mempelopori sindikasi syariah di Indonesia dengan nilai Rp 4,3 triliun dilanjutkan pada tahun 2018 sebesar 4 triliun.

"Jadi artinya jika bank syariah, asuransi syariah, atau dana haji mau nempatin dananya, ini sudah ada tempatnya, nisbah bagi hasilnya menarik yaitu 9,6 persen untuk 20 tahun," tutup Teguh.

Reporter: Romy Syawal Editor: Ahmad Kholil