Minggu, 17 Februari 2019
12 Jumada al-akhirah 1440 H
FOTO | humas amphuri
PATUHI menolak rekam biometrik melaui VFS-Tasheel sebagai syarat penerbitan visa umrah dan haji, tetapi memberi solusi agar proses rekam biometrik dilakukan di bandara keberangkatan tanpa dikaitkan dengan penerbitan visa haji dan umrah.

Sharianews.com, Jakarta. Permusyawaratan antar Syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) dengan tegas menolak penerapan pelaksanaan rekam biometrik melalui VFS-Tasheel sebagai persyaratan untuk penerbitan visa umrah dan haji.

“Karena persyaratan tersebut sangat memberatkan umat Islam yang akan menunaikan ibadah ke tanah suci mengingat kondisi geografis Indonesia,” tegas Anggota Dewan Pembina PATUHI, Joko Asmoro melalui keterangan tertulis, Rabu, (19/12/2018).

Kendati demikian, PATUHI mengusulkan agar proses rekam biometrik melalui VFS-Tasheel dapat dilakukan di bandara keberangkatan tanpa dikaitkan dengan proses penerbitan visa umrah dan haji. “Ini merupakan solusi dari kami dalam mempermudah dan membantu masyarakat yang dirugikan oleh kebijakan tersebut,” ujar Joko yang juga Ketua Umum DPP Amphuri.

Selain itu, PATUHI meminta kepada seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) agar tidak melakukan langkah-langkah yang tidak dikoordinasikan dengan asosiasi.

"Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang akan bersifat kontra dengan perjuangan bersama untuk menolak keberadaan rekam biometrik melalui VFS-Tasheel sebagai syarat penerbitan visa umrah dan haji,” tegas Joko Budi.

Sebagaimana diketahui, Indonesia sebagai negara berpenduduk sekitar 270 juta jiwa yang tersebar di 514 kabupaten/kota yang ada di 17.504 pulau sangat dirugikan dengan adanya penerapan proses rekam biometrik sebagai syarat penerbitan visa umrah dan haji.

Pasalnya, mereka yang ada di pedesaan atau daerah terpencil akan terkendala melaksanakan ibadah umrah, karena untuk proses rekam biometrik tersebut memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang tinggi. "Selain itu, untuk mengurusnya mulai dari perjalanan pergi hingga pulang pastinya akan mengalami antrean di kantor VFS Tasheel,” kata Joko. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Ahmad Kholil