Jumat, 14 Desember 2018
06 Rabi‘ at-akhir 1440 H

Mengintip Perilaku Milenial

Rabu, 5 Desember 2018 18:12
FOTO I Dok. Facetofeet.com
Dibalik semua perilaku milenial yang mempunyai dua sisi: positif dan negatif, mereka adalah pemegang utama keberlanjutan tongkat estafet kepemimpinan negeri ini.

Sharianews.com, Jakarta Milenial Indonesia dinilai sebagai generasi pertama yang menyandang status sebagai Digital Native. Berdasarkan data yang dilansir dari Alvara Research Center satu dari tiga penduduk Indonesia adalah kaum milenial. Delapan dari sepuluh mileneial telah terkoneksi dengan internet. Mereka aktif dalam dunia digital dan berperan dalam menciptakan dinamika perubahannya dalam beberapa tahun terakhir dengan begitu mencengangkan.

Milenial memiliki aktivitas yang unik karena sebagian dari mereka tumbuh di zaman transisi dari dunia analog ke dunia digital. Meski kerap kali dicap sebagai generasi langgas, milenial punya banyak hal yang bisa dibanggakan: mereka adalah generasi berpendidikan terbaik, mereka selalu ingin tahu dan berwawasan luas, serta menyukai tantangan.

Milenial juga dianggap sebagai kelompok anak muda masa kini atau “kids zaman now”. Dengan segala julukan yang melekat pada milenial mereka adalah penopang utama ekonomi nasional. Beberapa fakta berikut ini menjanjikan potensi milenial muslim di Indonesia dalam menumbuhkan industri halal di Indonesia.

Data yang dilansir dari Alvara Research Center menyebutkan bahwa sekitar 30,7 persen kalangan milenial memiliki hobi hangout dan berbelanja di mall minimal dua minggu sekali. Jika rata-rata milenial menghabiskan sebagian penghasilan untuk berbelanja, tentu akan berdampak pada pertumbuhan konsumsi. Meskipun di satu sisi perilaku tersebut dianggap sebagai budaya konsumtif.

Sekitar 40,1 persen generasi milenial memiliki akun sosial media khususnya Instagram. Sosial media seperti Instagram menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka, karena memberikan banyak referensi dalam berhijrah di kalangan muslim milenial. Maraknya fenomena influencer dan selebgram hijaber berperan dalam mengembangkan dakwah secara tidak langsung. Mereka turut mencuri perhatian muslim zaman now.

Alvara Research Center juga menyebutkan bahwa sebanyak 22,3 persen generasi milenial masih suka membaca surat kabar. Tidak dimungkiri bahwa koran atau surat kabar masih menjadi salah satu referensi milenial dalam mencari informasi.

Selain data-data dalam angka yang menyebutkan dominasi perilaku milenial, juga ada perilaku lain yang menjadikan generasi ini begitu unik. Sebagian muslim milenial zaman now tergolong generasi experience seekers yang memiliki beragam hobi dalam kegiatan leisure. Muslim milenial senang melakukan kegiatan traveling atau sekadar mengeksplorasi tempat-tempat hangout baru yang dinilai unik dan instagramable.

Fakta lain yang disebutkan Alvara Research Center tentang perilaku sebagian milenial adalah mereka cuek dengan kondisi politik. Pro kontra dengan pilihan politik, kerap kali membuat milenial jenuh dan apatis. Terlebih dengan maraknya berita hoax yang beredar di dunia maya. Milenial menganggap politik adalah generasi yang lebih tua.

Milenial juga dinilai sebagai generasi yang suka berbagi, khususnya di sosial media. Milenial kerap kali membagikan pengalaman mereka melalui konten di Youtube, Instagram, Facebook, Twitter, Blog dan platform-platform media daring lainnya.

Selain itu, milenial juga dianggap peduli dengan isu-isu sosial dengan membuat petisi online seperti yang muncul dalam situs change.org. Meskipun keterlibatan milenial masih sebatas euforia dan belum masif.

Tidak seperti generasi sebelumnya, 59 persen milenial menyukai transaksi nontunai. Khususnya mereka yang tergolong milenial kelas menengah ke atas. Kartu debit menjadi alat transaksi pembayaran yang dianggap praktis. Selain kartu debit, milenial juga menyukai platform pembayaran digital seperti Ovo, Go Pay, Grab Pay  dan lain-lain.

Dibalik semua perilaku milenial yang mempunyai dua sisi: positif dan negatif, mereka adalah pemegang utama keberlanjutan tongkat estafet kepemimpinan negeri ini. (*)

 

 

 

Achi Hartoyo