Senin, 18 Februari 2019
13 Jumada al-akhirah 1440 H
-
Meski jumlah anggota koperasi aktif saat ini hanya 70 orang, namun usaha DKM Masjid Jami' Bintaro Jaya, dengan kegiatan muamalah bernuansa pemberdayaan ekonomi umat ini patut diapresiasi.

Meski jumlah anggota koperasi aktif saat ini hanya 70 orang, namun usaha DKM Masjid Jami' Bintaro Jaya, dengan kegiatan muamalah bernuansa pemberdayaan ekonomi umat ini patut diapresiasi

Sharianews.com, Jakarta. Koperasi Al Makmur letaknya berada di dalam area Masjid Jami',  Bintaro Jaya. Jarak kopersasi hanya sekitar 15 meter dari pintu masuk masjid yang didirikan sejak tahun 1982 ini.

Setiap kali kegiatan pengajian, adzan, salat berjamaah, kajian Islami, bahkan suara lalu lalang motor dan mobil yang keluar masuk kawasan masjid, selalu terdengar hingga ke area dalam koperasi. 

Dulu dari area bagian belakang koperasi, masih terdengar aliran deras air sungai yang masih jernih. Namun kini, aliran sungai Bintaro, Sektor Satu ini sudah dangkal, dan warna airnya pun sudah  kehitaman.

Koperasi Al Makmur ini berdiri sejak Juni 2009. Mengembang misi dan tujuan mulia, melayani dan  menunjang kehidupan Masjid Jami', Bintaro Jaya.

“Koperasi ini didirikan untuk menunjang ekonomi masjid, itu tujuan dari koperasi ini. Jadi bagaimana, supaya masjid juga punya suatu income sendiri, tidak harus minta-minta atau mengharap sumbangan,” jelas Sekertaris Dua, Koperasi Al Makmur, Andri Lesmana, saat ditemui Sharianews.com di Tangerang Selatan, Kamis (26/7/2018).

Pria yang bergabung dengan Koperasi Al Makmur sejak 2010 ini, mengatakan bahwa inisiatif terbentukanya koperasi ini berasal dari para jamaah yang sering melakukan salat di masjid.

“Asal muasal didirikan koperasi ini karena jamaah masjid ini sering kumpul setelah shalat Isya. Kita buat koperasi di Masjid Jami' Bintaro Jaya ini, semua manajemennya terpisah dari masjid,” papar Andri.

Ada beragam kegiatan yang dimiliki oleh koperasi, Al Makmur. Di antaranya, menjual segala macam produk herbal, buku-buku agama, tasbih, peci, parfum, makanan dan minuman ringan. Selain itu, juga ada usaha jasa service komputer, percetakan, desain, juga ada pengurusan surat kendaraan bermotor.

Begitu, syarianews, masuk ruangan dalam koperasi, pandangan mata langsung tertuju pada koleksi ratusan buku-buku Islami, mulai dari buku Iqra, Alquran, dan buku2 agama populer.

Beberapa di antaranya, Mutiara Hadits Pilihan, Rumah Seindah Surga, Kitab Legkap Panduan Shalat, dan beragam judul lainnya. Buku-buku dalam koperasi ini beberapa langsung dari penerbit yang melakukan sistem konsinyasi.

Selain buku juga ada beberapa compact disk berisi materi agama. Termasuk juga menjual peralatan shalat seperti, peci, sarung, butiran tasbih-tasbih, hingga parfum berjajar rapi di rak dan etalase, tertata rapih. 

Produk-produk herbal juga langsung telihat berjejer rapih. Madu menjadi favorit para pelanggan. Produk herbal, beberapa bisa dibeli secara tunai. Kadang habis, kadang juga banyak diretur.

“Jual herbal sejak 2009, karena saat itu memang sedang booming, lagi naik daun. Alhamdulillah diterima juga sama masyarakat,” kata Andri.

Jasa service laptop

Di bagian ruangan lain, lebih ke dalam lagi, ada sudut khusus tempat service barang elektronik seperti leptop. “Kalau sedang menuggu pembeli, sambil service laptop. Program layanan service ini, baru berjalan enam bulan,”jelas Andri, seraya menambahkan jika jasa service komputer ini merupakan usaha sampingan dari koperasi.”Biar nambah usaha di koperasi ini,” ujarnya.

Menurut Andri, para pelanggan kebanyakan jamaah masjid di seputara Bintaro. “Dari awal toko herbal, konsumen banyak yang loyal, sehingga banyak yang sering beli barang-barang keperluan di koperasi ini,” tambahnya.

Memang ujar Andri, untuk barang sembako saat ini sedang sepi, sehingga untuk sementara ditiadakan. Rencananya ke depan akan dihidupkan lagi. Mungkin dengan sistem yang lebih baik. Termasuk misalnya, mengajak atau mewajibkan anggota untuk belanja sembako di koperasi.

Misalnya, dengan mendata setiap jamaah apa-apa dan berapa keperluan belanja sembako bulanan mereka seperti, "Beras, dan minyak goreng sebulan habis berapa?  Produk itu merupakan kebutuhan manusia sehari-hari, pasti banyak yang butuh,” katanya. 

Ke depan, jika sudah baik, rencananya produk yang dijual di koperasi ini, termasuk jasa layanannya, nantinya akan menggunakan sistem online.

Syarat anggota

Meski sudah 11 tahun, koperasi Al Makmur, ini juga memiliki kendala seperti koperasi umumnya. Terutama banyaknya anggota yang tidak aktif. Ada juga anggota yang terpaksa diputihkan, karena menunggak, misalnya nunggak simpanan wajib bulanan sebesar Rp 25 ribu, hingga selama 6 bulan.

Meski begitu ada juga anggota yang kelewat aktif, sangat antusias, rajin nabung. Pernah ada tiga orang anggota rajin menabung sukarela, hingga terkumpul Rp 22,5 juta hanya selama tiga bulan.

Karena keanggotaan yang cenderung kurang kompak inilah, Rapat Tahunan Anggota (RAT) pernah tertunda hingga selama 8 tahun tidak diadakan RAT. Karena setiap undangan RAT, anggota tidak juga kuorum.   

Padahal RAT mestinya dilaksanakan setiap tahun. Alhasil ketika RAT berhasil digelar, setiap anggota bisa mengantongi Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp 11 juta.

Sebenarnya, untuk edukasi koperasi Al Makmur sering mengikutsertakan anggota untuk mengikuti pelatihan atau edukasi tentang koperasi. Lewat kegiatan ini, "Diharapkan keanggotaan semakin aktif,"ujar Andri.  

Andri menuturkan, ke depan ada rencana menjadikan koperasi Almakmur menjadi Koperasi syariah, meski menurutnya, secara substansi saat ini pun transaksi sudah berjalan sesuai karidor syariah. Namun secara legal formal, masih membutuhkan proses.

"Apalagi pangalaman mengajukan akta pendirian yang juga memakan waktu panjang, lantaran terganjal proses peralihan dari administrasi kota domisilinya. Dari Jakarta Selatan, masuk ke wilayah Tangerang Selatan," ujarnya.

Walhasil, agar bisa mengakomodasi jamaah yang berasal dari Tangerang Selatan maupun Jakarta Selatan, status koperasi menjadi koperasi nasional. "Jadi bukan koperasi daerah," ujar Andri. 

Saat ini, untuk menjadi anggota koperasi Al Makmur, setiap anggota mesti melengkapi data seperti pas fhoto, foto copy KTP, mengisi formulir pendaftaran, dan membayar simpanan pokok Rp 500 ribu serta simpanan wajib Rp 25 ribu per bulan.  

Meski jumlah anggota koperasi aktif saat ini hanya 70 orang, namun usaha DKM Masjid Jami' Bintaro Jaya, dengan kegiatan muamalah bernuansa pemberdayaan ekonomi umat ini patut diapresiasi. (*) 

 

Reporter : Aldiansyah Nurrahman Editor : Ahmad Kholil