Rabu, 19 Desember 2018
11 Rabi‘ at-akhir 1440 H
FOTO | Dok. www.kaskus.co.id
Pemerintah mengusulkan BPIH tahun 1440 H/2019 M sebesar 2.675 dolar AS, karena ada kenaikan sebesar 43 dolar AS, yang disebabkan oleh tiga faktor. 

Sharianews.com, Jakarta. Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR RI sepakat membentuk Panitia Kerja (Panja) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1440H/2019M. Panja dibentuk untuk membahas asumsi dasar dan komponen BPIH agar secepatnya dapat memulai pembahasan.

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, pemerintah mengusulkan BPIH tahun 1440 H/2019 M sebesar 2.675 dolar AS, karena ada kenaikan sebesar 43 dolar AS, yang disebabkan oleh tiga faktor. 

"Pertama, terkait pesawat udara. Menurutnya, sewa pesawat dan bahan bakar Avtur mengalami kenaikan. Kedua, transportasi darat dari Makkah ke Madinah juga sebaliknya, dari Makkah ke Jeddah dan sebaliknya pemerintah Saudi Arabia resmi menaikkan harganya, karena mereka ingin meremajakan bus yang digunakan oleh jamaah. Ketiga, ada upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah, khususnya di Arafah," ujarnya pekan lalu. 

Menurut Menag Lukman, sebenarnya kenaikan riilnya mencapai 148 dolar AS, tetapi pihaknya mencoba untuk menyeimbangkan dengan komponen indirect cost.

“Jadi sebenarnya, kenaikan riil-nya mencapai 148 dolar AS, tetapi kita mencoba menyeimbangkan dengan komponen indirect cost, sehingga yang harus dibayar jemaah hanya 43 dolar AS,”sambungnya.

Namun demikian, hal tersebut baru sekedar usulan. “Tapi ini baru usulan dari pemerintah dalam pembicaraan pendahuluan BPIH 1440H/2019M bersama DPR RI yang akan dibahas di Panja BPIH, sehingga kemudian menyepakati berapa biaya haji yang rasional untuk tahun 2019,”ucapnya.

Menag berharap penetapan BPIH 1440H/2019M dilakukan lebih cepat, sehingga diharapkan pada akhir Januari 2019 BPIH sudah bisa ditetapkan. “Kita berharap, selama Desember ini BPIH 1440H/2019M secara intensif dilakukan pembahasan bersama melalui Panja di DPR RI,” harapnya.

Sebelumnya, Kemenag mengusulkan agar penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1440H/2019M ditetapkan dengan dollar AS. Sebab menurut Kemenag, ada konsekwensi yang harus ditanggung jika BPIH 1439H/2018M lalu ditetapkan dengan rupiah.

Karena bisa saja nantinya saat pelaksanaan ternyata mata uang rupiah melemah terhadap dolar AS, sehingga harus membayar selisihnya dari Save Guarding, dan nilainya cukup besar. “Oleh karenanya, di tahun 2019 nanti, sebaiknya tidak mengulang seperti itu (penetapan BPIH dengan rupiah),”terangnya. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Ahmad Kholil