Senin, 18 Februari 2019
13 Jumada al-akhirah 1440 H
FOTO I Dok. Mvslim.com
"Saya rasa yang penting adalah promosinya yah, bisa juga dari sisi makanan halal, kan makanan kita juga banyak sekali dan relatif banyak yang halal tuh," ujar Hariyadi kepada sharianews.

Sharianews.com, Jakarta ~ Pasar wisata halal di Indonesia harus mulai berbenah kembali karena memiliki potensi yang besar jika digarap secara serius, ujar seorang pengusaha perhotelan.

Vice President Sahid Group, Hariyadi Sukamdani mengatakan promosi wisata halal harus ditingkatkan untuk menggaet wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

"Saya rasa yang penting adalah promosinya. Bisa juga dari sisi makanan halal, kan makanan kita juga banyak sekali dan relatif banyak yang halal tuh," ujar Hariyadi kepada sharianews, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Dengan promosi, lanjut dia, Indonesia dapat lebih dikenal dengan industri wisata halalnya. Akan tetapi, Hariyadi tidak terlalu setuju jika konten promosi wisata halal berisi himbauan harus menginap di hotel syariah.

"Sebetulnya gini.  Orang suka salah kaprah kalau muslim itu seolah-olah mesti syariah. tidak begitu, halal kan udah jadi lifestyle, jadi campaign-nya sama saja. Misal kita jualan Bali sama seperti jualan Bali di pasar konvensional," sambung Hariyadi yang juga ketua umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Menurut Hariyadi, promosi wisata dengan label halal bisa merujuk pada sebuah budaya di Indonesia.

"Mungkin yang lebih ditingkatkan dalam promosinya adalah bahwa kita negara dengan penduduk Islam terbesar, seperti itu sih, bukan yang macem-macem," pungkas Hariyadi. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo