Jumat, 14 Desember 2018
06 Rabi‘ at-akhir 1440 H
FOTO | Dok. istimewa
Seri sukuk khusus (WLS) ini nantinya diharapkan dapat menyerap dana wakaf dari masyarakat dan ditargetkan setidaknya bisa mengumpulkan Rp 50 miliar untuk dikelola oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Sharianews.com, Jakarta ~ Untuk memfasilitasi Waqf Linked Sukuk (WLS), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana meluncurkan sukuk wakaf pada Januari 2019.

Seri sukuk khusus (WLS) yang dikeluarkan Kemenkeu ini nantinya diharapkan dapat menyerap dana wakaf dari masyarakat dan ditargetkan setidaknya bisa mengumpulkan  minimal Rp 50 miliar untuk dikelola oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Atabik Luthfi, Ketua Divisi Humas BWI mengatakan, saat ini BWI masih mempersiapkan draft Proposal Kerja Sama dengan berbagai pihak. Salah satunya finalisasi skema WLS dari BWI kepada mitra nazhir, seperti Dompet Dhuafa, Global Wakaf, Al-Azhar, Rumah Wakaf, Mandiri, Amal Insani, ESQ, Wakaf Bani Umar, dan sebagainya.

"BWI juga sedang mempersiapkan surat partisipasi WLS dari donatur high profile atau corporate perorangan," kata Atabik sebagaimana dikutip dari laman berita online republika.c.o.id Selasa (4/12).

Lebih lanjut Atabik menjelaskan, saat ini proses komunikasi dengan para stokeholder terus berlangsung. Seslain itu, sejumlah donatur telah meneken komitmen secara resmi, meski hasilnya belum bisa dipublikasika.  

Tahap selanjutnya yang sedang dikerjakan oleh BWI adalah mempersiapkan surat pencairan surat komitmen dari para donator tersebut kepada Forum Wakaf Produktif dan Lembaga Keuangan Syariah Pengelola Wakaf Uang (LKS PWU).

"Target pencairan komitmen tahap awal hingga ISEF 2018 adalah sebesar Rp 15,5 miliar, sedangkan yang sudah pipeline hingga insya Allah Januari 2019 mencapai Rp 54 miliar," kata Atabik, Selasa (4/12).

Direncanakan pada Januari 2019, sukuk wakaf seri 001 sudah bisa diluncurkan. Itu mengbapa, pihaknya berharap mendapat dukungan berbagai pihak, sehingga nantinya rencana peluncuran WLS bisa terealisir sesuai target yang ditetapkan.(*)

Ahmad Kholil