Minggu, 17 Februari 2019
12 Jumada al-akhirah 1440 H
FOTO | Dok. istimewa
Kendati perusahaan rintisan fintech syariah belum banyak, IsDB membuka peluang kepada para penggerak fintech syariah untuk bekerja sama, karena potensi ke depannya sangat besar.

Sharianews.com, Jakarta. Bisnis jasa keuangan berbasis teknologi (fintech) konvensional dan syariah akan semakin berkembang di Indonesia.

Demikian dikatakan oleh Dr.Mohamed Isthiaq Akbar,Country Manager Islamic Development Bank (IsDB) Indonesia. Menurutnya hal tersebut memungkinkan karena ekosistemnya di Indonesia sudah mulai tumbuh meskipun baru rintisan.

"Ekosistemnya masih kecil, namun potensinya sangat besar ke depannya," ujarnya di Jakarta, Rabu (23/10/2018).

Tercatat menurutnya, perusahaan fintech syariah ada sekitar 30-an di Indonesia. Namun meskipun begitu dirinya juga membuka peluang bagi para penggerak fintech syariah untuk bekerja sama dengan Islamic Development Bank (isDB).

"Perusahaan fintech dapat mencoba apply ke kita, membuat proposal ke kami, basic-nya ialah seperti  base  competition dan IsDB akan menjadi jembatan untuk memfasilitasi dan menyambungkan fintech kepada provider agar menjadi semakin berkembang ke atas,"sambungnya.

Meski begitu, untuk saat ini, pihaknya baru pada tahapan melakukan banyak diskusi mengenai pengembangan fintech syariah, dan masih belum ada keputusan final.

"At the moment, kita belum support apapun ke fintech company, tetapi kita akan melakukan promosi kepada perusahaan fintech syariah. Jadi yang akan kita lakukan nanti adalah membangun kapasitas untuk membangun dan juga sumber keuangan seperti crowdfunding," ujarnya.

Kreteria Fintech yang layak difasilitasi

Lalu seperti apa perusahaan fintech syariah yang layak difasilitasi? Terkait dengan hal tersebut,  Mohamed Isthiaq mengatakan, perusahaan yang layak dibina dan dibantu, ialah perusahaan yang paling banyak bermanfaat bagi umat ke depannya. Selain itu juga yang mampu menopang perekonomian setempat.

“Pendekatan ini merupakan dasar prioritas IsDB dalam memberikan support terhadap perusahaan fintech syariah,”jelasnya.

Untuk diketahui, selama ini IsDB grup banyak mendukung sektor swasta dengan menyediakan beragam pilihan pembiayaan untuk berbagai sector.

Sebagai contoh ada model pembiayaan syariah yang digunakan oleh Grup IsDB misalnya, istisna, penjualan cicilan, murabahah, ijarah (sewa), dan ijarah layanan.

Selanjutnya saat disinggung mengenai social finance dan crowdfunding, Mohamed Isthiaq mengatakan,  hal tersebut merupakan potensi yang sangat besar kedepannya.

Seperti contohnya ada zakat, wakaf dan sadakah, yang ketiganya bisa menjadi pilar ekonomi sosial dan untuk yang sudah berjalan, IsDB telah membangun instrument global sadaqah.

"Terkait dengan hal tersebut, kita akan bekerja sama dengan Baznas untuk membangun crowfunding platform. Doakan saja insyaAllah, bakal terlaksana tahun depan,"tutupnya. (*)

Reporter: Romy Syawaludin Editor: Ahmad Kholil