Senin, 18 Februari 2019
13 Jumada al-akhirah 1440 H
FOTO | Dok. istimewa
Indeks kepuasan jemaah tentu merupakan hasil kerja keras dan komitmen semua pihak yang terlibat, mulai dari petugas, Pemerintah Indonesia, Pemerintah Saudi Arabia, Pemerintah Daerah, dan jemaah.

Sharianews.com, Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis indeks kepuasaan jemaah haji Indonesia (IKJHI) di Arab Saudi musim haji 2018 dengan kriteria sangat memuaskan. Indeks tersebut berada pada level 85,23 persen, naik 0,38 persen dibandingkan dari tahun lalu yang hanya berada pada level 84,45 persen.

"Indeks kepuasan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi pada tahun 1439H/2018M sebesar 85,23. Secara umum layanan pemerintah kepada jemaah haji Indonesia telah memenuhi kriteria `sangat memuaskan`. Dibandingkan dengan indeks kepuasan jemaah tahun lalu yang sebesar 84,85," kata Suhariyanto, Kepala BPS dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/11/2018).

Suhariyanto menambahkan, indeks kepuasan tertinggi terdapat pada pelayanan transportasi bus antar kota, yaitu sebesar 88,25. Lalu disusul oleh pelayanan bus sholawat (87,72), pelayanan petugas (87,38), pelayanan ibadah (87,12), serta pelayanan katering non-Armina (86,91).

Selanjutnya, kepuasan diperoleh pada pelayanan akomodasi hotel (86,02), pelayanan lain-lain (85,61), pelayanan katering di Armina (84,38), pelayanan transportasi bus Armina (81,09), dan pelayanan tenda di Armina (77,59). Lebih lanjut, dia merincikan berdasarkan lokasi tempat pelayanan, Indeks kepuasan jemaah tertinggi terdapat pada pelayanan yang dilakukan selama di bandara, yaitu sebesar 89,01.

"Berikutnya secara berturut-turut pelayanan di Makkah (87,34), pelayanan di Madinah (85,73), dan pelayanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (82,60)," tandasnya.

Indeks kepuasan jemaah tentu merupakan hasil kerja keras dan komitmen semua pihak yang terlibat, mulai dari petugas, Pemerintah Indonesia, Pemerintah Saudi Arabia, Pemerintah Daerah, dan jemaah. Survei kepuasan jamaah haji dilaksanakan dengan mengacu pada Undang-Undang (UU) nomor 13 tahun 2008 yang intinya pemerintah harus meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.

Di tempat yang sama, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan tingginya angka kepuasan jamaah haji merupakan hasil dari kontribusi jamaah haji itu sendiri. Menurutnya, mengatur 221.000 jamaah haji akan menjadi sulit tanpa adanya kepatuhan pada jamaah haji.

"Ini adalah kontribusi kepatuhan dan ketaatan jamaah kita yang tahun ini lebih mudah dikoordinasi, sehingga memberikan kontribusi yang cukup besar untuk perkembangan indeks kepuasan pelayanan haji," ujar Lukman.

Menurutnya, masukan yang telah disampaikan oleh BPS akan menjadi pegangan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan ibadah haji di tahun depan. Lukman mengaku masukan yang diberi BPS pada tahun 2017 lalu telah membantu meningkatkan kualitas haji tahun di tahun ini. (*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Ahmad Kholil