Selasa, 22 Januari 2019
16 Jumada al-ula 1440 H
FOTO | Dok. Tajuktimur.com
Lewat Silaknas 2018 di Lampung, ICMI telah merancang program agenda 2019, dengan prioritas di empat bidang, yaitu bidang ekonomi sosial, bidang pendidikan sosial, bidang politik dan hukum, dan bidang pengembangan jaringan.

Sharianews.com, Jakarta. Memasuki tahun 2019, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) telah merampungkan agenda Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) 2018 di Lampung, Sumatera Selatan.

Dari agenda yang diselenggarakan awal Desember 2018 tersebut, ICMI merancang program-program unggulan yang dikelompokkan ke dalam empat bidang strategis yang akan menjadi prioritas agenda tahun 2019. Keempat bidang tersebut adalah bidang ekonomi sosial, bidang pendidikan sosial, bidang politik dan hukum, dan bidang pengembangan jaringan.

"Untuk bidang ekonomi sosial antara lain meliputi, pengembangan modal ventura dan ventura syariah untuk kemandirian umat, pelatihan dan pendidikan calon wirausahawan muda, pendirian wakaf ICMI, dan pendirian badang usaha milik ICMI,"demikian seperti dilansir dari laman ICMI, Senin (31/12/2018).

Di tempat terpisah, Ketua Umum ICMI, Prof Jimly Ashiddiqie,S.H mengatakan, perlambatan ekonomi 2018, membuat nilai tukar rupiah melemah dan membuat pemanfaatan APBN dan APBD tidak efektif. Namun kemudian, ia melihat  adanya tanda-tanda pemulihan ekonomi di akhir 2018 menuju 2019.

"ICMI berpendapat 2019 akan lebih cerah, memulihkan dan menggairahkan perekonomian nasional,"kata Jimly saat konferensi pers refleksi perjalanan bangsa tahun 2018 di Sekretariat ICMI Pusat.

Ditambahkan oleh Jimly, pada 2019 mendatang, ekonomi diharapkan dapat tumbuh minimal 6 persen, investasi meningkat, lapangan pekerjaan terbuka, dan  PHK dapat dihindari, serta peluncuran kredit murah untuk usaha koperasi dan UMKM dapat lebih bergariah.

ICMI juga berharap di tahun 2019, distribusi pembangunan untuk memperoleh kesempatan mendapatkan penghasilan lebih baik lagi dapat terealisasi, terutama dengan menerapkan dengan sungguh-sungguh paket perekonomian yang diluncurkan pemerintah, dan menguatkan nilai rupiah hingga stabil.

"(Diharapkan) ketahanan pangan semakin ditingkatkan, pengelolaan energi dan sumber daya alam dikelola untuk kemaslahatan, dan BBM serta energi disesuaikan dengan harga yang terjangkau,"sambung Prof Jimly.(*)

 

Reporter: Romy Syawal Editor: Ahmad Kholil