Sabtu, 19 Januari 2019
13 Jumada al-ula 1440 H
FOTO I Dok. gosipnya.com
Banyak perusahaan keuangan Islam yang mengadopsi peralatan digital seperti blockchain untuk membantu meringankan biaya dan mempercepat transaksi Syariah-compliant.

Sharianews.com, Jakarta ~ Korporasi pengembangan swasta sektor private (ICD) di Arab Saudi berharap untuk memperluas kegiatan pasar modal dan membuat perusahaan supaya bisa menerbitkan sukuk, atau obligasi Syariah.

Islamic Development Bank Group (ICD) telah berupaya untuk membantu mengembangkan keuangan Islam di 53 negara-negara anggotanya, dan dalam beberapa tahun terakhir banyak memfokuskan kegiatannya di Afrika dan Asia Tengah.

Chief eksekutif ICD, Ayman Sejiny dalam sebuah wawancara yang dilansir oleh Reuters mengatakan ICD telah menyarankan pemerintah untuk melakukan penjualan perdana sukuk mereka, termasuk negara-negara seperti Senegal, Yordania, Nigeria dan Pantai Gading, hal tersebut diharapkan guna menarik perusahaan-perusahaan swasta masuk ke dalam market.

"Langkah umum berikutnya adalah mengidentifikasi potensi korporat untuk mengeluarkan sukuk. Hal tersebut dikarenakan sukuk dapat membantu basis secara diversifikasi, sehingga kita dapat memfasilitasi penerbitan sukuk di daerah tersebut." ujar Ayman.

Penerbitan sukuk tersebut dapat membantu perusahaan swasta dalam menarik investor asing baru dan memungkinkan perusahaan-perusahaan keuangan Islam untuk berinvestasi. "Saat ini, ICD tengah  berdiskusi dengan beberapa negara-negara Commonwealth of Independent States (CIS) dalam rangka membantu perusahaan serta investor dalam menangani transaksi sukuk,” imbuh Sejiny tanpa merinci secara detil.

Secara regional CIS telah mendapatkan momentum dalam keuangan Islam. Selain itu, CIS juga mendapatkan banyak proyeksi penerbitan sukuk oleh korporasi dan bank sentral di tahun mendatang.

Pada bulan September lalu, ICD menandatangani perjanjian pembiayaan syariah-compliant dengan enam bank di Uzbekistan. Sejiny sendiri belum lama bergabung di ICD setelah sebelumnya berkarir di perusahaan investasi dan korporasi perbankan selama kurang lebih 24 tahun. Ia mengambil alih posisi Khaled Al-Aboodi yang mengundurkan diri pada Februari kemarin.

Sementara fokus dari ICD ke daerah-daerah masih akan tetap sama, Sejiny mengatakan dia juga merencanakan inisiatif baru untuk memperkenalkan digitalisasi seperti teknologi blockchain untuk jasa keuangan Islam.

Menurut Sejiny, upaya tersebut menjadi penting di negara-negara dengan mayoritas Muslim, yang kesulitan memperoleh akses jasa keuangan Islam. Banyak perusahaan keuangan Islam yang mengadopsi peralatan digital seperti blockchain untuk membantu meringankan biaya dan mempercepat transaksi Syariah-compliant. (*)

Reporter: Romy Editor: Achi Hartoyo
#cis #sukuk #icd