Jumat, 14 Desember 2018
06 Rabi‘ at-akhir 1440 H
FOTO I Dok. sharianews.com
Kini, banyak publik figur yang berusaha komitmen untuk berhijrah. Tidak hanya berhijab tetapi juga menerapkan gaya hidup halal dalam kesehariannya.

Sharianews.com, Sebagai generasi milenial sekaligus publik figur, menerapkan gaya hidup halal bukanlah suatu hal yang mudah bagi sebagian orang. Terlebih jika lingkungan tidak mendukung. Hasil survey menyebutkan bahwa generasi milenial memahami gaya hidup halal identik dengan pakaian menutup aurat atau berhijab dan makanan halal. Sedangkan sisanya telah memahami bahwa gaya hidup halal adalah segala aspek yang sesuai dengan tuntunan syariah.

Kini, banyak publik figur yang berusaha komitmen untuk berhijrah. Tidak hanya berhijab tetapi juga menerapkan gaya hidup halal dalam kesehariannya.

 “Halal lifestyle menurut aku sendiri itu mengalir aja, tidak perlu dibuat-buat. Dengan mempelajari agama, secara otomatis perspektif kita akan terbangun sendirinya, mana perilaku yang benar dan mana yang salah. Serta apa saja yang menjadi batasan-batasannya”.  Ungkap Fairuz A. Rafiq, salah satu tokoh milenial sekaligus publik figur kepada Sharianews, selepas acara talkshow yang digelar Dompet Dhuafa (5/12), di Jakarta.

Gaya hidup halal harus diterapkan dalam segala hal. Tidak hanya soal pakaian dan makanan, tetapi juga untuk kosmetik, rekreasi, dan aktivitas lain yang dijalani.

Itulah yang dimaksd Fairuz dengan menjalankan gaya hidup halal yang tidak dibuat-buat. Menjalankannya sesuai dengan pemahaman agama dan keinginan murni. Sebab jika tidak melakukan sesuai komitmen, menjalankan gaya hidup halal akan terasa berat.

Fairuz mencontohkan setiap rezeki yang diterima terdapat hak orang lain didalamnya. Sehingga setiap kali menerima rezeki sebaiknya segera dizakatkan, tidak perlu menunggu setahun dengan dikalkulasikan. Hingga akhirnya, kegiatan berzakat dan kesenangan dalam berbagi menjadi gaya hidup. Bahkan dengan cara memanfaatkan sosial media untuk mengajak orang lain berbuat serupa.

Hijrah Sebagai Awal Gaya Hidup Halal Fairuz A. Rafiq

Komitmen untuk menerapkan halal lifestyle dalam kehidupan sehari-hari, melalui proses panjang. Begitupun dengan Fairuz A. Rafiq, ia mengaku sebelum hijrah, sangat jauh dari nilai agama. Bahkan ia pernah sampai di titik kecewa dengan Tuhan dengan segala masalah yang ia hadapi.

Saat ia melaksanakan ibadah umrah, di tempat suci tersebut ia merasakan banyak kejadian-kejadian aneh yang membuat hatinya terbuka melihat pertolongan Allah yang begitu dekat, meskipun banyak kesalahan yang telah ia lakukan. Salah satunya ketika timbul keinginan untuk mencium Hajar Aswad. Ia merasa dimudahkan untuk mencium batu suci tersebut

"Selesai umroh, ternyata banyak wartawan yang menunggu di bandara. Banyak yang bertanya apakah ia akan berhijab? Saat itu, saya bilang belum, paling akan mengenakan pakaian yang lebih sopan aja". Ungkap Fairuz.

Seminggu setelah menunaikan ibadah umrah, ia memiliki keinginan yang kuat untuk berhijab. Selesai menunaikan sholat ia mulai memutuskan untuk konsisten dalam berhijab. Tidak hanya berhijab tetapi juga ia mulai meninggalkan kebiasaan buruk dan mulai lebih dekat dengan Tuhan. Ia juga meningkatkan kualitas ibadah dan bertekad untuk mengkhatamkan Alquran. (*)

 

Reporter: Fathia Rahma Editor: Achi Hartoyo