Jumat, 14 Desember 2018
06 Rabi‘ at-akhir 1440 H
FOTO | Dok. aldy.sharianews.com
Penerbitan sukuk korperasi Indonesia sedikit terhambat beberapa kendala, salah satunya kekhawatiran tidak mampu memenuhi aspek komersial.

Sharianews.com, JakartaEmiten masih memiliki berbagai kendala untuk bisa menerbitkan sukuk. Di antaranya pertama, kekhawatiran tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan, kedua khawatir tidak ada permintaan atau demand.

Demikian disampaikan oleh Head of Fixed Income Researh PT Mandiri Sekuritas. Handy Yunianto. “Jadi dapat dilihat penerbitan sukuk biasanya jika dibandingkan konvensional, selalu size-nya sedikit lebih rendah,”jelas Handy, di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Kekhawatiran tidak mampu memenuhi aspek komersial, menjadi kendala lainnya. Misalnya saja terkait dengan batasan size issuances dan rating.“Datangnya dari mana. Sedangkan minimum biasanya jika bicara obligasi korporasi, minimum size-nya adalah sekitar Rp 500 miliar, supaya investor institusi yang besar bisa masuk dan rating,”ujarnya. 

Dua kendala tersebutlah, yang menurut Handy menyebabkan penerbitan sukuk korperasi Indonesia sedikit terhambat. Untuk mengurai masalah tersebut, ia memberikan usulan-usulan bagi perkembangan pasar sukuk di Indonesia ke depan.

Pertama, diperlukan sosialiasi yang lebih dalam lagi, terutama soal akad-akad. Tidak hanya mengandalkan skema ijarah. “Para emiten mungkin merasa hanya ini yang bisa dilakukan, itu menjadi salah satu faktor yang penting,”sambungnya.

Karena itu, diperlukan sosialisasi skema akad kepada para emiten dan agar lebih meneraik lagi bagi para investor sukuk, misalnya ada tambahan pemberian insentif pajak atau lainnya.

Kedua, adanya underlying transaction dan sumber pembayaran imbal hasil yang jelas, hal ini boleh jadi akan menjadi pertimbangan tambahan nilai dalam pemeringkatan rating.

Ketiga, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau lembaga pemerintah dapat memberikan apresiasi kepada Sekuritas dengan pembobotan penilaian yang berbeda pada saat penghitungan key performances Index (Parameter perusahaan Sekuritas terbaik). Misalnya, OJK dapat memberikan bobot yang lebih besar bagi perusahaan Sekuritas, bila melakukan beberapa hal.

Sebagai contoh dengan membantu penerbitan sukuk dibanding yang hanya menerbitkan obligasi saja. Lalu memiliki program dan mengikutsertakan para karyawannya pada workshop atau pendidikan pasar modal syariah secara regular dan terencana.

Terkahir, keempat sudah selayaknya para emiten memiliki ahli syariah di bidang pasar modal. (*)

 

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil