Jumat, 14 Desember 2018
06 Rabi‘ at-akhir 1440 H
FOTO | Dok. nu.or.id
Pendirian Perhimpunan Dokter NU (PDNU) diharapkan bisa meningkatkan sinergi para dokter di kalangan NU dalam mengembankan profesionalisme berdasarkan akhlakul karimah An-Nandliyah.

Sharianews.com, Jakarta. Kebutuhan akan peningkatan profesionalitas dokter secara berkelanjutan, disambut oleh dokter-dokter Nahdlatul Ulama (NU) dengan ghirah untuk terus bertumbuh. Bahkan para dokter NU ini tidak hanya meningkatkan profesionalitas yang merupakan tuntutan profesi, tetapi juga meningkatkan akhlak sesuai dengan Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliyah).

Organisasi tempat berhimpunnya para dokter NU ini atau Perhimpunan Dokter NU (PDNU), dikukuhkan oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Agil Siradj, di Gedung PBNU Lt 8, Senin (26/11/2018) pukul 19.00 WIB. Acara pengukuhan PDNU dilanjutkan dengan pengambilan sumpah (bai'at) para pengurus pusatnya. 

“Agar sekitar 56 ribu dokter NU yang tersebar di seluruh Indonesia dapat bersinergi maksimal, maka PDNU pelakukan pendataan semua sejawatnya. Langkah merajut sinergi ini, termasuk melalui laman elektronik resmi PDNU yaitu www.dokterNU.org,” ujar Ketua Umum dan juga salah satu pendiri PDNU, Muhammad S.Niam.

Secara struktur, PDNU berposisi sebagai organisasi federasi dari Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU). ISNU adalah salah satu badan otonom dari PBNU. Pengurus Pusat PDNU dikukuhkan melalui SK PP ISNU dan dilantik langsung oleh Ketum PBNU.

Cita-cita doker NU

Lahirnya PDNU disambut dengan suka cita oleh para dokter NU, karena hal ini bisa menjadi wadah silaturahmi dalam ukhuwah Nahdliyah dalam mengembangkan profesionalisme dan memperkuat pengejawantahan nilai-nilai Ahlusunnah Waljamaah An Nahdliyah. Diharapkan akan semakin banyak dokter yang dengan suka cita memunculkan atribut ke-NU-annya.

Dokter NU dengan akhlak Aswaja An Nahdliyah diharapkan dapat melengkapi janji profesi atau sumpah dokter yang dulu pernah diucapkan saat seorang calon dokter dilantik menjadi dokter.

Dokter NU akan dikenal sebagai dokter santri yang berakhlak Islami berdasarkan nilai-nilai Aswaja An Nahdliyah. Sedangkan PDNU merupakan organisasi yang merajut ukhuwah, profesionalisme, dan ibadah bagi para Dokter NU untuk Indonesia.

Sebagai agregasi gerakan moral dan profesional, PDNU telah melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan antara lain, penyuluhan ke Pondok Pesantren, Sunatan Masal, Pengobatan Masal, TIM Rescue Lombok, dan TIM Rescue ke Sulawesi Tengah.

“Kami dokter, kami juga orang NU, kami mempunyai keinginan untuk lebih berbakti kepada bangsa dan negara dengan nilai-nilai Ahlusunnah wal jamaah An Nahdliyah,”tutur salah satu pendiri PDNU yang juga Ketua PP PDNU, Hardadi. (*)

 

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Ahmad Kholil