Minggu, 17 Februari 2019
12 Jumada al-akhirah 1440 H
FOTO | dok.romy.sharianews.com
Layanan perusahaan tersebut dalam perekaman biometrik calon jemaah umroh tidak memenuhi syarat. Karena kantor mereka hanya ada pada kota-kota besar sehingga menyulitkan calon jemaah

Sharianews.com, Jakarta~ Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Badan Koordinasi Penamanan Modal (BKPM) meninjau kembali izin untuk perusahaan Visa Facilitation Service (VFS) Tasheel.

Anggota Komisi I DPR Lena Maryana mengatakan BKPM lengah memberi izin pada perusahaan tersebut meskipun tidak memastikan keamanan data jamaah Indonesia setelah perekam biometrik retina dan sidik jari oleh VFS Tasheel.

“Sudah seharusnya BKPM melakukan sidak ke lapangan bagaimana sistem kerja Tasheel di lapangan,” kata Lena saat rapat dengar pendapat dengan pemerintah di kompleks parlemen, Senin (21/1).

Lena yang juga Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini meminta pemerintah bisa memastikan rekaman biometrik jamaah umrah tidak disalahgunakan oleh pihak manapun baik untuk kepentingan apa pun.

“Saya ingin tanya, di mana data rekam biometrik itu disimpan? Di mana servernya? Terkait masalah keamanan data bagaimana?” tanya Lena.

Menurut Lena, jika pemerintah tidak bisa memastikan terkait keamanan data jamaah maka seharusnya izin VFS Tasheel perlu dicabut demi keamanan data penduduk Indonesia.

Semua pihak, menurut Lena harus mewaspadai kejahatan digital yang memanfaatkan data pribadi warga negara sudah banyak dilakukan dengan kemajuan teknologi, untuk itu pemerintah harus lebih hati-hati dalam mengeluarkan izin. “

“Karena VFS Tasheel sudah beroperasi, harus memastikan bahwa data jamaah yang sudah ada di database aman,” ujar dia.

Menurut Lena rekaman biometrik di tanah air sebenar tidak berguna karena setelah sampai di Bandara Jeddah atau Madinah, jemaah tetap melakukan perekaman serupa.

Selain itu, kantor VFS-Tasheel ternyata tidak tersedia di seluruh kota atau kabupaten di Indonesia. Dengan demikian, calon jemaah harus mengeluarkan waktu, biaya dan tenaga untuk menempuh perjalanan ke kantor VFS-Tasheel yang letaknya bahkan di luar provinsi.

Misalnya, calon jemaah yang berada di Papua harus bepergian ke Makassar untuk melakukan perekaman biometrik.

“Layanan Tasheel kepada para jamaah kurang maksimal karena tidak menyediakan fasilitas visa biometrik untuk pemohon lanjut usia,” ujar Lena.

 

Reporter: Romy Syawal Editor: nazarudin