Jumat, 14 Desember 2018
06 Rabi‘ at-akhir 1440 H
FOTO I Dok. Youtube.com
Saat ini, Shaza merupakan satu-satunya merek hotel internasional yang mendesain bisnis hotelnya untuk pasar halal.

Sharianews.com, Tumbuhnya industri pariwisata halal yang menjadi tren global telah membuat rantai bisnis industri halal ikut tumbuh. Termasuk dalam hal ini adalah industri perhotelan yang mulai menerapkan konsep bisnis yang mampu mengakomodir kebutuhan wisatawan Muslim.

Sebenarnya, faktor apa saja yang membuat industri ini tumbuh dan bagaimana industri perhotelan menangkap peluang ini? Berikut petikan wawancara dengan Vice President – Development Sazha  Hotel, yang dikutip dari laman Salaam Gateway.

Apa yang membuat sektor pariwisata halal sangat menarik bagi investor?

Di sekolah bisnis kita belajar bagaimana menemukan celah pasar dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang menjadi target. Kita belajar bahwa semakin terdiferensiasikan produk yang kita miliki, maka semakin banyak ceruk pasar  dan semakin tinggi peluang  untuk menuai keberhasilan dan menciptakan hasil yang berkelanjutan. Tentunya, niche bukan berarti kecil. Niche artinya terspesialisasi.

Demikian juga dengan sektor pariwisata halal, semua memiliki parameter bisnis yang sama untuk sukses. Niche halal bukan berarti milik golongan tertentu, potensinya sangat besar seperti yang kita lihat dari hasil studi CrescentRating. Kita mengharapkan para investor bisa tertarik untuk masuk ke dalam pasar tersebut. Sayangnya, masih sedikit investor yang mau unjuk gigi dan menunjukkan minatnya dalam beberapa tahun terakhir

Shaza Hotels bisa menjadi contoh yang bagus dan bisa menjadi pelopor di lapangan. Perusahaan ini diluncurkan pada 2010 bagi wisatawan dengan menyediakan akomodasi hotel yang berkualitas serta mengutamakan lingkungan yang kondusif bagi wisatawan muslim. Wisatawan akan merasa nyaman karena sesuai dengan kebutuhan mereka.

Saat ini, Shaza merupakan satu-satunya merek hotel internasional yang mendesain bisnis  hotelnya untuk pasar halal. Dengan keunggulannya, Sazha memiliki standar operasional yang sudah menjadi benchmark-nya.

Sekarang pertanyaannya adalah mengapa butuh waktu yang begitu lama bagi investor untuk menyadari potensi industri pariwisata halal? Apakah ini bisa dikatakan sebagai fenomena baru?

Salah satu alasannya bisa dikaitkan dengan booming-nya industri perjalanan dan tren industri pariwisata dalam beberapa dekade terakhir, sehingga banyak yang melirik dan mulai fokus ke pasar dengan potensi yang sangat besar ini.

Alasan lain bisa jadi bahwa pasar industri perjalanan kini dipenuhi oleh industri perhotelan. Diikuti dengan sektor-sektor lain yang mendukung mata rantai industri perjalanan ini. Investor mulai menyadari dan mencari peluang dari pasar yang unik dan berbeda dengan yang lainnya. Alasan lain adalah potensi laba yang lebih tinggi daripada bersaing di pasar yang sudah menjadi industri mainstream.

Dengan ini, pariwisata halal telah muncul sebagai sektor investasi yang sangat menjanjikan. Jadi, mungkin ini adalah kombinasi dari beragam alasan, meskipun demikian potensi pasar dan investor  yang mau masuk masih sangat rendah.

Kami menghabiskan beberapa tahun untuk mempelajari pasar dan mengembangkan produk yang otentik dengan pengalaman yang kami miliki. Saya dengan bangga mengatakan bahwa kami adalah grup hotel internasional pertama yang mengkhususkan diri dalam pasar halal ini.

Ini telah memungkinkan kami untuk mendapatkan keunggulan kompetitif yang kuat dalam hal pemahaman pasar, penetrasi dan pengenalan merek

Menurut Anda, apakah iklim investasi saat ini untuk industri perjalanan halal sudah memadai?

Sayangnya, itu tidak seperti yang diharapkan. Meski jumlahnya mencengangkan dan besarnya potensi industri perjalanan halal, investor tetap berhati-hati. Mereka memilih untuk bersikap menunggu dan melihat perkembangan pasar.

Mereka melihat bagaimana investor lain yang berwirausaha  dan tampil di sektor ini sebelum memilih untuk bergabung dengan mereka. Saya sering berbagi dengan orang lain betapa menantangnya kelompok visioner seperti Shaza untuk melihat potensi dalam pengembangan hotel-hotel yang ramah-halal dan belum banyak investor yang mau masuk ke sektor ini.

Kami tahu ada banyak permintaan sementara suplainya masih sangat sedikit. Peran saya adalah terus mempromosikan merek kami, menemukan investor yang tertarik serta meyakinkan mereka bahwa Shaza adalah aset bagi mereka.

Mengapa merek yang sudah mapan di industri perhotelan dan pariwisata harus memperhatikan pasar wisata Muslim?

Saya hanya berharap bahwa pesaing kami tidak tertarik agar pasar Shaza Hotel tetap besar, tetapi saya hanya bercanda. Industri halal ini membutuhkan banyak pemain yang mampu mengakomodir kebutuhan wisatawan muslim dengan menawarkan beragam produk ke berbagai segmen.

Pasarnya cukup besar bagi perhotelan untuk ke industri ini dan membantu kami meningkatkan kesadaran hotel yang ramah halal, terutama di negara-negara non muslim seperti Perancis, Jerman, Spanyol, Inggris dan bahkan Jepang. Ini akan menjadi daya tarik bagi investor agar mau masuk.

Hotel selalu berusaha untuk menarik pasar yang beragam untuk melawan tren dan mempertahankan tingkat RevPAR yang berkelanjutan. Pasar halal akan melakukan hal itu, dan semua yang diperlukan untuk merek hotel agar pasar terpenuhi.

Faktanya, apa yang membuat Shaza menonjol adalah bahwa merek tersebut hanya berfokus pada wisatawan yang sadar halal dan kami tidak puas hanya dengan menawarkan kebutuhan dasar.

Menurut Anda, sektor apa saja yang memberikan kontribusi paling tinggi terhadap pertumbuhan industri halal?

Restoran mungkin berada di urutan pertama dalam mata rantai industri pariwisata halal. Khususnya untuk mengakomodir makanan halal di negara-negara non muslim. Wisatawan muslim umumnya sering mencari informasi ketersediaan makanan halal di sebuah destinasi terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan wisata.

Banyak maskapai yang mulai memberikan layanan makanan halal, bahkan beberapa hotel telah menerapkan jadwal operasional makanan yang berbeda dari biasanya selama bulan Ramadan. Platform pemesanan makanan halal dan konsultan perjalanan halal mulai bermunculan seperti Halalbooking.com dan Serendipity.com. hotel-hotel harus menawarkan yang dibuat khusus seperti ini dan inilah yang dilakukan Sazha.  (*)

Achi Hartoyo