Senin, 18 Februari 2019
13 Jumada al-akhirah 1440 H
FOTO I Dok. GNFI
Bulan September, setelah dilakukan promosi, jumlah wisatawan kembali naik menjadi 19.844 wisatawan, Oktober 29.931 wisatawan. November naik menjadi 37.362 wisatawan.

Sharianews ~ Merosotnya jumlah wisatawan ke pariwisata halal di Lombok membuat Pemerintah Kabupaten Lombok Utara membangun strategi khusus pemasaran pariwisata pasca gempa. Hal ini diklaim dapat kembali menarik minat wisatawan dari luar dan dalam negeri.

Kepada Sharianews.com, Setiadi Kepala Bidang Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Utara, telah berkoordinasi dengan kementerian pariwisata untuk menangani berbagai infrastruktur yang rusak di Gili Trawangan.

“Kami menyelenggarakan event-event seni dan budaya sebagai bagian dari trauma healing dan expose ke dunia luar bahwa Lombok Utara masih eksis dan memiliki berbagai atraksi budaya. Ada beberapa event yang dilakukan seperti Festival Pesona Gili Indah, Pagelaran Seni dan Budaya di beberapa tempat di Lombok Utara, Pentas Seni dan Budaya dalam kegiatan Begawe Beleq di Yogyakarta, Festival seni dan Budaya nanti pada malam tahun baru ini,” ungkap Setiadi melalui telpon seluler.

Setiadi menambahkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tidak hanya menyelenggarakan event di tingkat lokal atau di daerah saja, tetapi juga melakukan promosi melalui kegiatan-kegiatan pameran atau Expo Tourism and Trade di berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, dan Denpasar. Pada Kegiatan Expo, ia menunjukkan bahwa Pemda sudah siap menyambut para wisatawan yang akan datang ke Lombok Utara.

“Melakukan promosi melalui media cetak yaitu mengajak kembali para wisatawan untuk datang lagi ke Lombok Utara pasca gempa. Promosi ini kami lakukan melalui sebuah majalah travel berskala nasional yaitu Mytrip. Di sini ditunjukkan berbagai destinasi dan atraksi yang masih eksis pasca gempa. Tentu tidak kalah pentingnya juga kami melakukan promosi melalui media digital, dan media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan website.” ungkap Setiadi.

Selain itu kata Setiadi, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti ASITA, PHRI, KWN, dan pelaku-pelaku wisata yang ada di daerah untuk bersama-sama melakukan promosi secara proporsional.

Beberapa waktu lalu, tanggal 23 November 2018, ada sekitar 40 jurnalis nasional datang ke Gili Meno yang difasilitasi oleh Dafan Hotel Management untuk melihat secara langsung kondisi Gili dan mempubliskasikannya di media-media mereka. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten II mewakili Bupati Lombok Utara yang saat itu juga sedang menghadiri kegiatan promosi di Yogyakarta.

“Untuk destinasi yang mengalami kerusakan seperti treking Gunung Rinjani, pemerintah daerah bersama Taman Nasional Gurung Rinjani (TNGR) melakukan kajian untuk membuka destinasi alternatif sehingga masyarakat yang hobinya treking dapat menyalurkan keinginan mereka sekaligus untuk membangun jaringan wisata yang variatif,” pungkas Setiadi.

Untuk diketahui, upaya ini diklaim oleh Pemda Lombok Utara berhasil meningkatkan jumlah wisatawan dari sebelum gempa bulan Juli sebanyak 66.141 wisatawan. Setelah gempa 5 Agustus langsung turun menjadi 7.818 wisatawan. September, setelah dilakukan promosi kembali, naik menjadi 19.844 wisatawan, Oktober 29.931 wisatawan. November naik menjadi 37.362 wisatawan. (*)

 

Munir