Minggu, 17 Februari 2019
12 Jumada al-akhirah 1440 H
Anak perlu dididik sejak kecil. (Dok/Foto Istimewa)
Masa anak-anak tidak akan berulang untuk kedua kalinya. Maka perlu bagi orang tua mencurahkan kasih sayang kepada anaknya.  Jangan sampai karena lalai akan menyesal seumur hidup.

Sharianews.com, Tidak ada manusia dilahirkan tanpa titik permulaan. Fase yang terpenting dalam hidup manusia adalah masa anak-anak sampai remaja. Karena masa tersebut membentuk karakter manusia sampai tua nanti. Masa anak-anak tidak akan berulang untuk kedua kalinya. Maka perlu bagi orang tua mencurahkan kasih sayang kepada anaknya. Jangan sampai karena lalai akan menyesal seumur hidup.

Anak-anak yang diberi perhatian dan kasih sayang akan tumbuh dengan percaya diri dan lebih mudah mendengar nasehat. Sebaliknya bagi anak-anak yang kurang diberi perhatian, mereka mudah memberontak dengan melakukan perkara yang dilarang walaupun berulang kali ditegur. Mereka percaya itulah cara terbaik bagaimana menarik perhatian orang tua lagi. Beberapa hal ini Rasulullah mengajarkan kita cara mendidik anak.

Umur anak-anak 0–6 tahun. Pada masa ini, Rasulullah s.a.w menyuruh orang tua untuk memanjakan, mengasihi dan menyayangi anak dengan kasih sayang yang tidak terhingga. Berikan mereka kasih sayang tanpa pilih kasih. aik anak sulung maupun anak bungsu. Tidak boleh dipukul sekiranya mereka melakukan kesalahan walaupun atas dasar untuk mendidik.

Sehingga, anak-anak akan lebih dekat dengan kita dan merasakan kita sebagai bagian dari dirinya saat dewasa, yang dapat dianggap sebagai teman dan rujukan yang terbaik. Anak-anak merasa aman dan nyaman dekat dengan orang tua.

Umur anak-anak 7–14 tahun. Pada tahap ini kita mulai menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab kepada anak-anak. Menurut hadits Abu Daud, “Perintahlah anak-anak kamu supaya mendirikan shalat ketika berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena meninggalkan shalat ketika berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur di antara mereka (lelaki dan perempuan).

Memukul  itu bukan untuk menyiksa, cuma sekadar untuk mengingatkan mereka. Janganlah dipukul bagian muka karena muka adalah tempat penghormatan seseorang. Allah SWT mencipta sendiri muka Nabi Adam.

Sehingga, anak-anak akan lebih bertanggungjawab pada setiap perintah terutama dalam mendirikan sholat. Inilah masa terbaik dalam mendidik kepribadian dan akhlak anak-anak mengikut acuan Islam. Terserah orang tua apakah ingin menjadikan mereka seorang muslim, yahudi, nasrani ataupun majusi.

Umur anak-anak 15- 21 tahun. Inilah fase remaja dimana anak penuh dengan sikap memberontak. Pada tahap ini, orang tua dianjurkan mendekati anak-anak dengan cara rasional, berdiskusi dengan mereka terkait masalah yang hadapi.

Bagi anak remaja perempuan, berilah pendidikan tentang kewanitaan sampai masalah menjaga pergaulan. Jadilah pendengar yang setia. Sekiranya tidak bersetuju dengan tindakan mereka hindari menghardik atau memarahi mereka terutama dihadapan saudara-saudaranya yang lain tetapi gunakan pendekatan secara diplomasi walaupun kita adalah orang tua mereka.

Sehingga, tidak ada orang ketiga atau ‘asing’ akan hadir dalam hidup mereka sebagai tempat rujukan dan pendengar masalah mereka. Mereka tidak akan terpengaruh untuk keluar rumah untuk mencari kesenangan lain karena memandangkan semua kebahagian dan kesenangan telah ada di rumah bersama keluarga.

Umur anak 21 tahun dan ke atas. Fase ini adalah masa orang tua untuk memberikan sepenuh kepercayaan kepada anak-anak dengan memberi kebebasan dalam membuat keputusan. Orangtua hanya perlu memantau, menasehati dengan diiringi doa agar setiap tindakan yang diambil mereka adalah betul.

Berawal kehidupan mereka yang benar di luar rumah. InsyaAllah dengan segala displin yang diasah sejak tahap ke-2 sebelum ini cukup menjadi benteng diri buat mereka. Orang tua jangan lelah untuk menasihati mereka, karena kalimat nasihat yang diucap sebanyak 200 kali atau lebih terhadap anak-anak mampu membentuk tingkah laku yang baik seperti yang ibu bapak inginkan.

Munir Abdillah