Minggu, 17 Februari 2019
12 Jumada al-akhirah 1440 H
Anggota Baznas Irsadul Halim memberikan bantuan pada mustahik untuk mengembangkan Z-Mart
Bantuan modal usaha ini diberikan dalam bentuk barang dagangan, bahan baku produksi, peralatan produksi, dan perbaikan alat usaha serta branding produk, serta tempat usaha

Sharianews.com, Jakarta~  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan Z-Mart di Kampung Melayu, Kelurahan Bukit Duri Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan Jumat, (18/1).

Z-Mart adalah upaya Baznas memberdayakan para mustahik terutama meningkatkan kapasitas usaha ritel mikro di tengah-tengah tantangan usaha ritel skala besar.

Anggota BAZNAS, Irsyadul Halim mengatakan, jaringan ritel Z-Mart mempunyai keunggulan dengan mengutamakan barang-barang keperluan rumah tangga dengan harga murah serta memberdayakan para mustahik untuk meningkatkan kesejahteraan.

"Pengembangan Z-Mart sebagai wujud BAZNAS dalam upaya meningkatkan derajat para mustahik salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi," katanya.

Baznas memberi bantuan usaha pada 11 mustahik dengan total sebesar Rp99 juta. Selain modal usaha, BAZNAS juga membantu melakukan branding dan pendampingan untuk memajukan usahanya.

"Bantuan modal usaha ini diberikan dalam bentuk barang dagangan, bahan baku produksi, peralatan produksi, dan perbaikan alat usaha serta branding produk, serta tempat usaha. BAZNAS berharap, dengan ini usaha para mustahik bisa lebih berkembang dan bisa menyejahterakan kehidupan mereka," katanya.

Program pemberdayaan warung ritel mikro atau Z-Mart, diharapkan bisa meningkatkan omzet rata-rata warung dari Rp750.000,- per hari atau Rp22.500.000,- per bulan menjadi Rp1.000.000,- per hari atau Rp30.000.000,- per bulan. Dari omzet tersebut diharapkan bisa meningkatkan pendapatan bersih setiap hari dari Rp100.000,- per hari menjadi Rp135.000,- per hari.

Dengan keuntungan tersebut terjadi peningkatan pendapatan per bulan sebesar 35 persen, yang awalnya Rp3.000.000,- menjadi Rp4.050.000,-. Pendapatan tersebut lebih tinggi sekitar 3 persen dibandingkan dengan UMP DKI Jakarta 2019.

Dalam kesempatan kali ini, BAZNAS juga turut mengembangkan program pemberdayaan kepada 19 orang mustahik yang tergabung dalam kelompok pedagang nasi goreng keliling di wilayah Kampung Melayu dan diberi modal usaha oleh BAZNAS dengan total Rp73.850.000.

 

Peningkatan kualitas produk dan pelayanan ditargetkan bisa meningkatkan omzet penjualan dan pendapatan mustahik. Target omzet bisa meningkat dari Rp360.000,- per hari atau Rp8.640.000,- per bulan menjadi Rp600.000,- per hari atau Rp14.400.000,- per bulan.

 

Dengan target tersebut akan meningkatkan pendapatan bersih mustahik dari Rp2.880.000,- per bulan menjadi Rp4.800.000,- per bulan. Pendapatan tersebut sudah lebih tinggi 22% dari UMP DKI Jakarta tahun 2019 sebesar Rp3.940.973,-.

nazarudin