Senin, 18 Februari 2019
13 Jumada al-akhirah 1440 H
FOTO | Dok. risang.sharianew.com
Sebagai BPS-BPIH, Bank Kalsel Syariah akan mengkampanyekan gerakan haji sejak dini, dalam arti usia pendaftaran ibadah haji bisa dilakukan sejak usia dini, di usia 12 tahun.

Sharianews.com, Kalsel. Usai secara resmi ditunjuk oleh Otoritas Jasa Keuangan OJK menjadi Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPS-BPIH), Bank Kalsel Syariah bertekad mengkampanyekan gerakan haji sejak diri.

Hal itu dikatakan oleh, Direktur Eksekutif Bank Kalsel Syariah, Agus Sabaruddin, dalam acara Syaria Banking Network Event 2018, di Kalimantan Selatan, Sabtu (24/11/18). 

Lebiah lanjut, Agus Sabarudin mengatakan, saat ini antrian jamaah haji Provinsi Kalimantan Selatan termasuk yang terbesar atau menempati peringkat kedua setelah Sulawesi Selatan.

Karena itu, sebagai BPS-BPIH, UUS Bank Kalsel akan mengkampanyekan gerakan haji sejak dini, dalam arti usia pendaftaran ibadah haji bisa dilakukan sejak usia dini, sehingga waktu berangkat juga lebih ideal, karena masa tunggu haji saat lebih dari 20 tahun. “Jadi usia 12 tahun sekarang sudah dimungkinkan nabung di kita. Jadi itu yang sedang digencarkan oleh kita semua,”kata Agus.

Terkait dengan kapamny haji sejak usia dini ini, Bank Kalel Syariah telah menggandeng beberapa pihak di antaranya, Garuda Indonesia dan beberapa travel besar, seperti PT Kaltrabu Indah, PT. Albis Nusa Wisata, PT. Wahdan Sabilana, dan PT Altaif Saudi Wisata tentang pembiayaan talangan umroh unutk mengakomodir hal tersebut. 

Nilai positif bagi uus bank kalsel

Sementara, terkait dengan status resminya Bank Kalsesl syariah sebagai BPS-BPIH, Direktur Pengawasan LJK, Banjarbaru, M. Nurdin Subandi mengatakan, keputasan tersebut merupakan nilai positif yang harus menjadi landasan semangat bagi Bank Kalsel untuk mengembangkan aktivitas bisnisnya. 

"Hal ini merupakan nilai positif Bank Kalsel untuk mengembangkan aktivitas bisnis perbankan di samping menyediakan jasa yang memang dibutuhkan oleh masyarakat Kalimantan Selatan,"ujar M Nurdin Subandi,Sabtu (24/11/2018).

Seperti diketahui, Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan karakteristik umat Islam yang sangat kuat. Indikator tersebut antara lain tercermin dari banyaknya jemaah haji, yang berdasarkan data dari Kementrian Agama mencapai 108.520 orang dengan tujuan keberangkatan hingga 2047.

"Besarnya potensi ini tentunya sangat baik untuk dijadikan kesempatan bagi Unit Usaha Syariah (UUS) Kalsel sebagai Bank masyarakat daerah Kalimantan Selatan. UUS Bank Kalsel telah memiliki produk terkait ibadah haji, yaitu tabungan haji iB Ar-Rahman dan talangan umrah,  iB Jajirah,”kata Nurdin. 

Hal ini bisa menjadi peluang bagi Bank Kalsel untuk untuk memperluas penghimpunan dana, dan sejalan dengan semangat pengembangan perbankan syariah di Indonesia, dan mendukung upaya perluasan segmen pembiayaan, yang salah satunya adalah melalui optimalisasi pengelolaan dana haji lewat perbankan syariah.

“Momentum ini tentunya perlu dimanfaatkan oleh Bank Kalsel untuk semakin memperluas kerjasama dengan stakeholder lain terkait jasa penyelenggaraan haji ini, seperti pihak maskapai maupun jasa perjalanan,”ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kalsel Noor Fahmi menyambut baik rencana dibukanya kantor kas Unit Usaha Syariah Bank Kalsel di Kantor Wilayah Kementeraian Agama  (Kemenag) RI Kalsel tersebut.

"Kalau memungkinkan tidak hanya di Kantor Wilayah Kemenag Kalsel saja dibuka kantor kas Unit Usaha Syariah Bank Kalsel, namun di Kantor Kemenag RI di kabupaten/kota juga dibuka," pungkasnya. (*)

Reporter: Romy Syawal Editor: Ahmad Kholil