Minggu, 17 Februari 2019
12 Jumada al-akhirah 1440 H
DMC sedang membersikan rumah sehabis kebanjiran. FOTO | Dok.dompetdhuafa
Akibat cuaca buruk dan banjir yang melanda Kota Manado, Sulawesi Utara, mengakibatkan 4 penerbangan dibatalkan. 

Sharianews.com, Manado ~ Akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada Jumat (1/2) lalu, sejumlah wilayah di Kota Manado diterjang banjir dan longsor.

Ketingian air mencapai 2,5 meter di Kelurahan Mahawu. Lima kecamatan terdampak parah antara lain Kecamatan Wanea, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Singkil Kecamatan Paal Dua dan Kecamatan Wenang.

“Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa yang didukung relawan yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai ujung tombak dalam penanggulangan darurat bencana membantu para korban banjir dan longsor dan bekerjasama dengan pemerintah setempat," ungkap drg. Imam Rullyawan MARS. Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Senin, (4/2).

Hingga hari ini, pembersihan fasilitas umum terus dilanjutkan seperti Asrama Panti Asuhan Assalam, Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken.

Lumpur berserta endapan sampah masih menutupi lokasi tersebut, tim DMC masih berusaha untuk membersihkan lokasi tersebut serta mengoperasionalkan dapur umum dan pos hangat di Ponpes Darul Istiqamah untuk dukungan logistik makanan relawan kebersihan.

Selain itu juga, pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengoperasionalkan 3 posko tanggap darurat banjir yang berlokasi berlokasi di lobi kantor Gubernur, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Kesehatan.

Data sementara Pemerintah Kota (Pemkot) Manado jumlah korban banjir dan longsor Kota Manado pada Jumat (1/2) sebanyak 7.818 jiwa atau 2.201 Kepala Keluarga, 4 orang meninggal dunia, 1.130 bagunan rusak terendam air yang tersebar di 8 kecamatan dan 23 kelurahan di Kota Manado.

Akibat cuaca buruk dan banjir yang melanda Kota Manado, Sulawesi Utara, mengakibatkan 4 penerbangan dibatalkan. 

Beberapa penerbangan tujuan Manado terpaksa dialihkan dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado ke Bandara Jalaludin Gorontalo.

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo