Senin, 18 Februari 2019
13 Jumada al-akhirah 1440 H
Pengambilalihannya sendiri pada Desember 2010. Dan pada 2012 bisnis BPRS HIK Cibitung baru bisa melaju dengan total aset sebesar Rp23,53 miliar.

Sharianews.com, Bogor ~ Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Harta Insan Karimah (HIK) Cibitung gelar acara Kick Off Meeting RBB 2019 dengat tema Man Jadda Wa Jadda di Taman Bukit Palem Resort, Bogor, Sabtu (19/1).

Komisaris BPRS HIK Cibitung, Masrokan Nasuha dalam acara tersebut menyampaikan aset HIK Cibitung pada akhir tahun 2018 total mencapai Rp364,71 miliar, jumlah meningkat 58 persen dari tahun sebelumnya atau totalnya mencapai Rp283,77 miliar.

Jumlah aset tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun, tercatat pada 2012 saat itu jumlahnya Rp23,53 miliar, naik menjadi Rp55,76 miliar pada 2013.

Pada 2014 kembali mengalami kenaikan mencapai Rp96,97 miliar dan pada 2015 jumlahnya sudah mencapai Rp135,85 miliar. Hingga di 2016 total aset sebesar Rp207,02 miliar.

Pencapaian aset yang terus tumbuh hingga mencapai Rp364,71 miliar itu dijelaskan Nasuha, didapatkan dengan perjuangan.

Awal perjalanan BPRS HIK Cibitung, ia ceritakan bermula saat perjalanan BPRS HIK Cibitung mengambil alih BPRS Saleh Arta yang saat itu hampir bangkrut.

"Aset awal sebelum diambil alih itu kurang lebih Rp2,5 miliar dan Non Performing Financing-nya juga tinggi, " kata Nasuha.

Pengambilalihannya sendiri pada Desember 2010. Dan pada 2012 bisnis BPRS HIK Cibitung baru bisa melaju dengan total aset sebesar Rp23,53 miliar.

Pada 2012 itu jumlah karyawan hanya 19 orang. Dari jumlah itu, tiga orang dari BPRS Saleh Arta.

Jumlah sumber daya insani di BPRS HIK Cibitung terus meningkat setiap tahunnya, 19, 33, 38, 54, 78, 89, sampai 143 pada 2018.

Laba bersih juga mengalami pertumbuhan, pada 2017 sebesar Rp13,54 miliar tumbuh menjadi Rp17,52 miliar.

Rinciannya sejak 2012 yakni Rp732 juta menjadi Rp2,77 miliar di 2013. Naik kembali menjadi pada 2014 berjumlah Rp4,45 miliar.

Lalu pada 2015 total mencapai Rp5,9 miliar dan di 2016 naik menjadi Rp9,96 miliar. (*)

Reporter: Aldiansyah Nurrahman Editor: Achi Hartoyo