Senin, 18 Februari 2019
13 Jumada al-akhirah 1440 H
FOTO I Dok. Saalam Gateway
Pasca gempa pembelian tiket ke wisata halal Lombok sampai bulan Desember menurun hingga 70 persen dari sebelum gempa.

Sharianews ~Jelang akhir tahun, jumlah wisatawan halal di Lombok pasca gempa merosot tajam. Dari informasi yang dihimpun Sharianews.com, hotel-hotel yang biasanya mulai awal November sampai akhir Desember penuh, kini cenderung sepi. Bus-bus yang biasa lalu-lalang di jalan, kini terlihat lenggang.

Fatin warga asli Lombok bekerja sebagai Tour Guide mengatakan penurunan wisatawan di Lombok mencapai 80 persen. Pemerintah setempat sudah berupaya mempromosikan pariwisata dengan berbagai cara. Salah satunya mensubsidi beberapa travel agen dan puncaknya akan diadakan HUT 60 NTB dengan menampilkan budaya NTB untuk promosi.

“Sekarang pariwisata sepi. Penurunannya hampir delapan puluh persen dari hari-hari biasa sebelum gempa. Hotel-hotel yang biasanya penuh kini sepi,” ungkapnya melalui telpon seluler (15/12/2018).

Fadli pengusaha travel di Jakarta juga membenarkan, jika pemesanan tiket ke Lombok menurun hingga 70 persen.

“Memang pasca gempa pembelian tiket ke wisata halal Lombok sampai bulan Desember menurun hingga 70 persen dari sebelum gempa. Tapi berangsur-angsur naik,” kata Fadli saat dihubungi Sharianews.com (15/12/2018).

Menanggapi hal tersebut, Setiadi Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Utara, membenarkan jika terjadi penurunan pengunjung wisata halal di Lombok Utara drastis. Pihaknya sudah bekerjasama dengan persatuan agen travel untuk mempromosikan Gili Trawangan.

“Lombok Utara sudah aman. Tanggal dua puluh tiga lalu empat puluh duta besar negara sahabat datang ke Lombok. Dan menyatakan Lombok adalah pulau yang indah,” kata Setiadi kepada Sharianews.com (15/12/2018).

Setiadi menambahkan, target Lombok Utara tahun 2019 yang awalnya 1,5 juta wisatawan tentu akan turun. Setiap bulan tanggal 15, hotel-hotel menyetorkan jumlah wisatawan ke Dinas Pariwisata.

Mengenai Lombok, Menteri Pariwisata Arif Yahya telah menyampaikan instruksi presiden berdasarkan inpres No. 5 Tahun 2018. Isinya percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pasca bencana Gempa Bumi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram dan Wilayah Terdampak di Provinsi NTB.

Padahal sebelum gempa, Lombok menjadi destinasi wisata halal nomor satu di Indonesia. Karena selain menyajikan wisata alam yang Indah. Lombok juga menyediakan tempat-tempat bersahabat bagi wisatawan muslim milenial yang memperhatikan makanan, lingkungan dan tempat menginap. Setidaknya, destinasi tersebut memfasilitasi sarana ibadah dan keimanan wisatawan yang punya gaya hidup religius.

Karena konsen dalam pariwisata halal, Lombok pernah memenangkan dua penghargaan World Halal Travel Awards (WHTA) 2015 dalam kategori World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination. Setelah mendapatkan penghargaan bergengsi, kunjungan wisatawan baik wisatawan dalam dan luar negeri ke Lombok meningkat hingga 50% yakni dari 1 juta pada 2016 menjadi 1,5 juta wisatawan pada 2017.

Tahun 2018 Dinas Pariwisata NTB merilis data kunjungan wisatawan naik menjadi 3,5 juta orang dari dalam dan luar negeri. 2 juta wisatawan di antaranya adalah Muslim. Didominasi oleh Negara Malaysia dan Timur Tengah. Tahun 2019 Dinas Pariwisata NTB menargetkan 5 juta wisatawan datang ke Lombok. Hal ini sesuai dengan target yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata Arief Yahya. Karena seiring waktu peminat pariwisata halal semakin tinggi.

Global Muslim Travel Index merilis pasar wisatawan Muslim diprediksi akan terus meningkat hingga US$220 miliar pada tahun 2020 dengan jumlah wisatawan mencapai 158 juta orang. Pada tahun 2017, tercatat ada 131 juta wisatawan Muslim yang bepergian ke beberapa destinasi wisata halal, salah satunya Indonesia.

Pada 2018, dalam kelompok negara yang masuk Organisasi Kerjasama Islam (OIC), Indonesia menempati posisi kedua sebagai destinasi utama bagi wisatawan muslim dengan skor indeks 72,8. Pada peringkat yang sama, Indonesia bersaing dengan Uni Emirat Arab yang sebelumnya meraih posisi kedua. Sedangkan Malaysia masih menjadi destinasi terbaik bagi wisatawan muslim.

Potensi ini membuat pemerintah Lombok berencana membuat 99 desa dijadikan destinasi halal. Programnya akan dibagi menjadi tiga tahap dalam tiga tahun. Tahap pertama, yaitu tahun 2019 sebanyak 33 desa, kemudian tahun 2020, 33 desa, dan terakhir tahun 2021 sebanyak 33 desa. Jumlahnya keseluruhan 99. Angka tersebut dinisbatkan jumlah dari asma'ul Husna.

Sampai saat ini tercatat 34 negara asal wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke desa wisata halal. Di antaranya, Oman, Qatar, Malaysia, Jerman, Swedia, Irlandia, Norwegia, Australia, Hongkong, Vietnam, Inggris, Belanda, Prancis, Korea Selatan, dan Tiongkok. Wisata halal yang ditawarkan adalah aktivitas pedesaan yang jarang ditemukan di kota metropolitan. Misalnya, jelajah alam, belajar menenun, naik pedati, bersepeda di tengah hutan dan sawah, memanen ubi dan buah naga di kebun, makan di tengah sawah sampai memerah susu sapi langsung di kandang. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

Munir