Selasa, 22 Januari 2019
16 Jumada al-ula 1440 H
FOTO I Dok. Teras.id
"Kan, komponen terbesarnya sesungguhnya dari penerbangan yang dari sejak awal pihak garuda melalui Kemenag mengusulkan hampir 32 juta itu untuk penerbangan saja," ujar Ace.

Sharianews.com, Jakarta. Terkait dengan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Wakil ketua komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily mengatakan bulan Februari tahun ini sudah dapat diputuskan.

"Kita harapkan awal Februari keputusan tentang BPIH ini sudah bisa diputuskan. Paling lambat tanggal 12, itu target kita," ujar Ace saat ditemui di sela rapat kerja, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Ditambahkan oleh Ace yang juga menjabat sebagai ketua panja BPIH tersebut, mencoba untuk menekan harga dari sektor penerbangan.

"Kan, komponen terbesarnya sesungguhnya dari penerbangan yang dari sejak awal pihak garuda melalui Kemenag mengusulkan hampir 32 juta itu untuk penerbangan saja," sambung Ace.

Ia berharap bisa lebih menekan biaya seperti biaya sewa pesawat, aftur dan komponen penerbangan lain, hingga pelayanan kebandaraan yang dapat diefisensikan.

Selain itu, anggota komisi VIII juga dalam waktu dekat diagendakan akan melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi.

"Iya betul, rencanya komisi VIII akan ada kunjungan kerja ke Arab Saudi dengan agenda pemondokan dan katering. Kalau dilihat situasinya memungkinan, lumayan kan ada efisensi nantinya yang dapat menekan pembiayaan," imbuh Ace.

Sebelumnya, seperti diketahui, sudah disepakati nantinya akan dibuat zonasi jemaah haji yang akan dibagi sesuai embarkasi masing-masing.

Tahun sebelumnya zonasi embarkasi terpecah-pecah ke dalam beberapa wilayah atau sektor.

"Sekarang kita mau mendorong supaya pembagian pemondokan berdasarkan embarkasi, misalnya jamaah haji Jawa Barat tinggal di satu zonasi, sehingga mereka bisa interaksi satu sama lain," ujar Ace.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan haji tahun sebelumnya, pemondokan jemaah masih terpecah-pecah. Meski satu embarkasi, pemondokannya saling berjauhan, maka sekarang diupayakan supaya bisa berdekatan.

Reporter: Romy Syawal Editor: Achi Hartoyo